Apa itu Sindrom Asperger: Gejala, Penyebab, Diagnosis

Jumat, 18 November 2016 | 02:49 WIB | Yessy Cahya | Pengetahuan | 1598

Apa itu Sindrom Asperger?

Sindrom Asperger adalah autisme gangguan spektrum (ASD), tetapi dianggap sebagai “high functioning” (autisme yang sangat multifungsi). ASD jenis lainnya adalah gangguan disintegratif anak, gangguan perkembangan pervasif, dan gangguan autis.

Sindrom Asperger pertama kali ditemukan pada tahun 1944 oleh dokter anak asal Austria yang bernama Hans Asperger. Namun, dari sebelum tahun 1981, ASD sudah mulai dipublikasikan luas. Pada tahun 1994, American Psychiatric Association (Asosiasi Psikiater Amerika) menambahkan sindrom Asperger dalam buku referensi diagnostik mereka yang berjudul “Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders”.

Meskipun kondisi ini dimulai pada anak usia dini, kebanyakan pasien tidak terdiagnosis sampai mereka mulai mengalami kesulitan di sekolah atau tempat kerja. Bahkan, banyak orang dewasa hanya didiagnosis dengan kondisi ketika mereka mencari bantuan untuk kondisi terkait lainnya, seperti kecemasan dan depresi.

ASD bukanlah hal yang biasa. Para ahli percaya bahwa beberapa bentuk kondisi memengaruhi hanya 1 pada 88 anak. Sayangnya, dikarenakan sindrom Asperger baru mendapatkan perhatian dari dunia medis, maka belum ada studi tentang prevalensi (skala seringnya suatu penyakit terjadi pada sekelompok orang) dari kondisi tersebut. Namun, hal itu menunjukan bahwa kondisi ASD lebih umum terjadi pada laki-laki daripada perempuan.

Penyebab Sindrom Asperger

Penyebab pasti atau penyebab sindrom Asperger belum teridentifikasi, tetapi para ahli meyakini bahwa kelainan pada otak berpengaruh besar dalam perkembangannya. Para ilmuwan telah menemukan bahwa anak-anak dengan sindrom Asperger memiliki otak dengan perbedaan fungsional dan struktural pada daerah tertentu. Ada kemungkinan bahwa perbedaan yang terbentuk selama perkembangan janin.

Para ahli juga percaya bahwa kondisi ini dikarenakan turun-temurun, karena banyak pasien yang dirawat karena riwayat keluarga yang memiliki sindrom Asperger atau bentuk lain dari ASD. Namun, para ilmuwan belum mengidentifikasi gen khusus yang berperan penting pada kondisi tersebut.

Gejala Utama Sindrom Asperger

Pasien yang didiagnosis dengan sindrom Asperger menunjukan berbagai gejala yang berbeda-beda. Semua gejala terkait dengan dua ciri perilaku utama dari kondisi ini, yaitu: a) terpaku pada satu ketertarikan tertentu dan tingkah laku yang berulang-ulang, dan b) kesulitan dalam bersosialisasi dan berkomunikasi.

Beberapa gejala yang paling umum adalah:

  • Kesulitan berbicara, seperti kurangnya ritme, nada suara aneh, dan nada yang datar
  • Berbicara menggunakan bahasa formal, Bahasa yang terlalu tinggi untuk usia mereka
  • Kurang berempati
  • Perkembangan motorik yang lambat
  • Sensitivitasnya tergolong tinggi
  • Tidak dapat mengatur suara terhadap lingkungannya
  • Terpaku pada ketertarikan tertentu
  • Tidak dapat bersosialisasi atau bercakap-cakap, selain pada ketertarikan mereka
  • Kecemasan dan depresi
  • Bicara yang berulang-ulang
  • Sebagian besar akan berbicara tentang diri mereka sendiri, bukan orang lain
  • Bertingkah dan berperilaku aneh
  • Sulit untuk bertatap mata
  • Tidak dapat memahami isu-isu sosial dan emosional
  • Memiliki ritual yang tidak biasa
  • Memiliki kecenderungan untuk menjadi sangat terampil dan berbakat di bidang tertentu seperti seni

Gejala-gejala setiap pasien terkadang berbeda-beda. Sebagian pasien hanya menunjukan gejala ringan, sedangkan sebagian lainnya mengalami gejala yang parah.

Siapakah yang Harus Ditemui dan Perawatan yang Tersedia

Banyak kasus sindrom Asperger tidak terdiagnosis sampai dewasa, dan hanya ketika mereka berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mencari bantuan menangani kegelisahan atau depresinya. Sayangnya, tidak ada obat dikenal untuk kondisi tersebut. Namun, ada kemungkinan untuk meningkatkan keterampilan sosial pasien dan mengurangi setiap perilaku yang tidak diinginkan.

Jika pengobatan yang digunakan dalam pilihan pengobatan tertentu, sebagian besar pengobatan tersebut untuk mengobati kecemasan, depresi, perilaku obsesif-kompulsif, atau hiperaktif.

Pengobatan untuk sindrom Asperger sebagian besar terdiri dari kombinasi beberapa jenis terapi, yang tergantung pada gejala yang ditunjukan oleh pasien. Beberapa pengobatan yang paling umum digunakan adalah:

  • Terapi bicara, fisik, atau terapi okupasi - terapi ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan fungsional pasien.

  • Terapi keterampilan sosial - terapi ini fokus pada pengembangan kemampuan pasien untuk bersosialisasi dengan orang lain dan memahami berbagai bentuk komunikasi non-verbal.

  • Terapi Perilaku – terapi ini dilakukan untuk mengatasi perilaku yang tidak diinginkan dan mengubahnya menjadi perilaku positif.

  • Pendidikan Khusus - pasien dengan Sindrom Asperger biasanya tidak dapat mengikuti pendidikan normal. Dengan demikian, pendidikan khusus sering disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan khusus pendidikan mereka.

Sementara pengobatan biasanya dilakukan di bawah bimbingan seorang psikolog, psikiater, atau konselor terlatih, pengobatan juga dapat dilakukan di dalam rumah, terutama bagi anak-anak yang telah didiagnosis dengan kondisi ASD.

Namun, sebelum orang tua atau pengasuhnya berusaha untuk memberikan perawatan di rumah, mereka harus terlebih dahulu dibekali pengetahuan tentang sindrom Asperger. Dengan benar-benar memahami kondisi ASD, sehingga mereka akan tahu apa yang diharapkan dan bagaimana menangani situasi yang tak diinginkan.

Perawatan di rumah memerlukan lingkungan yang mendukung dan penuh kasih sayang. Orang tua akan membutuhkan banyak kesabaran dan pengertian. Mereka juga perlu mengenali kelebihan dan kekurangan anak, dan kelebihan dan kekurangan mereka sendiri juga.

Beberapa teknik yang paling umum digunakan dalam perawatan di rumah adalah:

  • Mengatur rutinitas - anak dengan Sindrom Asperger memanfaatkan rutinitas

  • Memberikan petunjuk verbal yang juga didukung petunjuk visual

  • Ketika mengajar anak untuk fokus pada topik tertentu, penting untuk diingat bahwa anak dapat dengan mudah terganggu oleh suara disekitar. Dengan demikian, merupakan salah satu hal terpenting untuk menghilangkan kebisingan disekitar, tidak peduli seberapa lembut suaranya.

  • Anak-anak dengan sindrom Asperger dapat berkembang dengan terpaku pada televisi dan video game. Maka dari itu, akan lebih baik jika tidak menempatkan TV atau komputer di dalam kamar tidur anak.

  • Anak-anak dengan kondisi juga dipengaruhi oleh stress. Hal ini penting untuk mengidentifikasi pemicu dan menghindari stres. Hal ini juga penting bahwa anak belajar bagaimana menghadapi situasi baru atau perubahan.

Mungkin ada teknik berbeda yang digunakan dalam pengobatan sindrom Asperger, tetapi tidak ada teknik atau program pengobatan memiliki hasil yang sama pada setiap kasus. Beberapa anak atau orang dewasa akan merespon dengan baik pada salah satu bentuk pengobatan, sementara yang lain mungkin tidak merespon pengobatan dengan baik. Sangat penting untuk mengenali jenis pengobatan yang memberikan hasil yang lebih baik bagi pasien, dan untuk memfokuskan pada pengobatan tersebut. 

Rujukan:

  • Bostic JQ, Prince JB. Child and adolescent psychiatric disorders. In: Stern TA, Rosenbaum JF, Fava M, Biederman J, Rauch SL, eds. Massachusetts General Hospital Comprehensive Clinical Psychiatry. 1st ed. Philadelphia, Pa: Mosby Elsevier;2008:chap 69.
  • Raviola G, Gosselin GJ, Walter HJ, DeMaso DR. Pervasive developmental disorders and childhood psychosis. In: Kliegman RM, Behrman RE, Jenson HB, Stanton BF, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 19th ed.Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2011:chap 28.

Sumber :

https://www.docdoc.com/id/info/condition/sindrom-asperger



Berikan komentar






Artikel Terbaru

Pentingnya Diet untuk Anak Autisme dan ADHD
di posting Jumat, 21 Sepember 2018 | 10:29 WIB
Parents Support Group Rumah Autis
di posting Kamis, 13 Sepember 2018 | 09:22 WIB

Rekening Donasi

  • Bank Mandiri : 1670 0006 7408 4 An. Yayasan Cagar - RA Pusat Program
  • Bank Mandiri : 1670 0006 7407 6 An. Yayasan Cagar - Rumah Autis Pusat
  • Bank Mandiri : 1560 0029 1817 7 An. Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah
  • Bank BNI : 0293 8704 45 An. Cahaya Keluarga Fitrah
  • BJB : 0024 4010 9110 0 An. Yayasan Cagar Rumah Autis
  • BCA : 5720 3295 16 An. Deka Kurniawan
  • BRI : 1105 0100 0254 309 An. Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah

Alamat Kantor Pusat

Rumah Autis
Ruko Ratna Asri Residence
Jl. Dr. Ratna No 26 D
Jati Kramat, Jati Asih
Kota Bekasi, Jawa Barat
P: (021) 2210-7656