Fakta Menarik Penyandang Autisme

Jumat, 11 November 2016 | 23:51 WIB | Yessy Cahya | Pengetahuan | 1081

Sebagian dari kita mungkin akan mengira bahwa anak autis adalah anak-anak yang aneh, bahkan ada yang pesimis tentang masa depan mereka. Sehingga kita sering mengabaikan dan menjauhi anak-anak penderita autisme. Hal ini disebabkan karena perilaku mereka yang berbeda dari kebanyakan anak-anak seusianya. Meskipun begitu, tidak semua anak penyandang autisme seperti itu. Ada diantara mereka yang sukses dan menjadi panutan bagi masyarakat.

Anak-anak penyandang autisme adalah anak-anak yang memiliki defisit yang ditandai dengan adanya gangguan dalam komunikasi, interaksi sosial, gangguan indriawi, pola bermain dan perilaku emosi. Menurut Prof. Dr. Afrizal, M. A, Dosen Jurusan Sosiologi Universitas Andalas, ada beberapa hal penting yang harus kita ketahui mengenai anak penyandang autisme.

  1. Saat berinteraksi, mereka cenderung pasif dan berbicara dengan bahasa yang sulit dipahami

Ciri-ciri yang paling jelas tampak pada penyandang autisme adalah interaksi sosial. Mereka cenderung pasif dan menanggapinya dengan respon yang berbeda. Kebanyakan dari penyandang autisme, memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda. Jika berbicara, kita akan sulit untuk menangkap maksud dan inti dari pembicaraan mereka dan hanya beberapa orang saja yang bisa memahaminya. Saat bersosialisasi, mereka sulit untuk berteman, lebih mementingkan ego mereka sendiri dan sulit untuk bekerja sama dengan orang lain. Penderita autisme sering hidup di “dunia”-nya sendiri. Mereka tampak terasing saat berkumpul bersama dan menghindari kontak mata. Mereka juga tidak menyukai keadaan dan lingkungan yang berubah secara mendadak.

  1. Tidak semua anak autis memiliki IQ yang rendah dan tidak cerdas

Pendapat yang mengatakan bahwa anak autisme memiliki IQ yang dibawah rata-rata adalah salah besar. Karena ada golongan dari anak penyandang autisme yang memiliki perkembangan fungsi yang sangat tinggi dengan IQ yang baik. Kelompok jenis ini disebut Asperger. Mereka tidak memiliki masalah saat berbicara karena mereka tidak terlambat untuk bisa mulai berbicara, namun masih sangat kaku untuk berbahasa.

Gangguan bersosialisasi pada kelompok ini lebih banyak diakibatkan karena bahasa yang mereka kuasai cenderung berbeda dengan yang lainnya. Anak-anak yang normal sering tidak paham dengan apa yang mereka bicarakan.

Banyak yang beranggapan bahwa penyandang autisme kelompok ini dianggap sebagai anak yang berbakat, meskipun anggapan ini belum sepenuhnya benar. Gangguan autisme dari kelompok Asperger ini cenderung lambat untuk terdeteksi, karena kekurangannya tertutupi berkat IQ yang baik dan tidak ada masalah dalam berbicara.

  1. Autisme adalah penyakit keturunan

Penyebab Autisme belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor yang diduga bisa memicu seseorang mengalami gangguan ini. Salah satu faktor penyebab yang paling menonjol adalah faktor genetika atau keturunan. Anak-anak penderita Autisme cenderung mendapatkan ‘warisan’ dari keluarga yang juga penderita Autisme, walaupun hanya satu anggota keluarga.

  1. Dengan terapi dan pengobatan tertentu, Autisme bisa ditekan seminim mungkin

Hingga saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan Autisme. Terlebih jika sembuh itu berarti bahwa anak-anak autisme mampu berpikir dan bertindak layaknya anak-anak lain tanpa bantuan. Pengobatan tertentu, mampu membuat perkembangan anak menjadi relatif normal dan menekan tingkah laku yang tidak diinginkan. Penyandang autisme umumnya membutuhkan lingkungan yang sangat terstruktur dan menerapkan rutinitas. Beberapa penanganan yang bisa dilakukan adalah memberikan pendidikan khusus untuk anak autis, terapi berbicara dan fisik, terapi kemampuan sosial, pemberian obat dan interaksi lingkungan yang baik. Pengucilan oleh masyarakat hanya akan memperburuk kondisi penyandang Autisme.

  1. Makanan bebas bahan kimia,asupan terbaik bagi penderita Autisme

Salah satu pencegahan penderita autis adalah dengan menghindari makanan bebas dari bahan kimia. Makanan yang sehat bergizi atau makanan empat sehat lima sempurna merupakan solusi asupan terbaik bagi penderita Autisme. Makanan ini adalah makanan yang mengandung protein, karbohidrat, serat dan vitamin yang cukup untuk tubuh. Selain itu, pola makan dan tidur yang teratur akan membantu meminimalisir penyakit ini.

Setiap manusia diciptakan oleh Sang Pencipta berbeda-beda. Termasuk penyandang autisme juga memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Kita dapat merangkul mereka, memberikan dukungan untuk kemampuan mereka yang dapat digunakan untuk kehidupannya kelak. Karena mereka juga manusia, hanya saja mereka memandang dunia dengan caranya sendiri.

 

Narasumber : Prof.Dr.Afrizal,MA*

*Narasumber merupakan dosen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Sumber :

http://www.gentaandalas.com/fakta-menarik-penyandang-autisme


Fakta Menarik Penyandang Autisme

Jumat, 11 November 2016 | 23:58 WIB | Yessy Cahya | Pengetahuan | 1081

Sebagian dari kita mungkin akan mengira bahwa anak autis adalah anak-anak yang aneh, bahkan ada yang pesimis tentang masa depan mereka. Sehingga kita sering mengabaikan dan menjauhi anak-anak penderita autisme. Hal ini disebabkan karena perilaku mereka yang berbeda dari kebanyakan anak-anak seusianya. Meskipun begitu, tidak semua anak penyandang autisme seperti itu. Ada diantara mereka yang sukses dan menjadi panutan bagi masyarakat.

Anak-anak penyandang autisme adalah anak-anak yang memiliki defisit yang ditandai dengan adanya gangguan dalam komunikasi, interaksi sosial, gangguan indriawi, pola bermain dan perilaku emosi. Menurut Prof. Dr. Afrizal, M. A, Dosen Jurusan Sosiologi Universitas Andalas, ada beberapa hal penting yang harus kita ketahui mengenai anak penyandang autisme.

  1. Saat berinteraksi, mereka cenderung pasif dan berbicara dengan bahasa yang sulit dipahami

Ciri-ciri yang paling jelas tampak pada penyandang autisme adalah interaksi sosial. Mereka cenderung pasif dan menanggapinya dengan respon yang berbeda. Kebanyakan dari penyandang autisme, memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda. Jika berbicara, kita akan sulit untuk menangkap maksud dan inti dari pembicaraan mereka dan hanya beberapa orang saja yang bisa memahaminya. Saat bersosialisasi, mereka sulit untuk berteman, lebih mementingkan ego mereka sendiri dan sulit untuk bekerja sama dengan orang lain. Penderita autisme sering hidup di “dunia”-nya sendiri. Mereka tampak terasing saat berkumpul bersama dan menghindari kontak mata. Mereka juga tidak menyukai keadaan dan lingkungan yang berubah secara mendadak.

  1. Tidak semua anak autis memiliki IQ yang rendah dan tidak cerdas

Pendapat yang mengatakan bahwa anak autisme memiliki IQ yang dibawah rata-rata adalah salah besar. Karena ada golongan dari anak penyandang autisme yang memiliki perkembangan fungsi yang sangat tinggi dengan IQ yang baik. Kelompok jenis ini disebut Asperger. Mereka tidak memiliki masalah saat berbicara karena mereka tidak terlambat untuk bisa mulai berbicara, namun masih sangat kaku untuk berbahasa.

Gangguan bersosialisasi pada kelompok ini lebih banyak diakibatkan karena bahasa yang mereka kuasai cenderung berbeda dengan yang lainnya. Anak-anak yang normal sering tidak paham dengan apa yang mereka bicarakan.

Banyak yang beranggapan bahwa penyandang autisme kelompok ini dianggap sebagai anak yang berbakat, meskipun anggapan ini belum sepenuhnya benar. Gangguan autisme dari kelompok Asperger ini cenderung lambat untuk terdeteksi, karena kekurangannya tertutupi berkat IQ yang baik dan tidak ada masalah dalam berbicara.

  1. Autisme adalah penyakit keturunan

Penyebab Autisme belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor yang diduga bisa memicu seseorang mengalami gangguan ini. Salah satu faktor penyebab yang paling menonjol adalah faktor genetika atau keturunan. Anak-anak penderita Autisme cenderung mendapatkan ‘warisan’ dari keluarga yang juga penderita Autisme, walaupun hanya satu anggota keluarga.

  1. Dengan terapi dan pengobatan tertentu, Autisme bisa ditekan seminim mungkin

Hingga saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan Autisme. Terlebih jika sembuh itu berarti bahwa anak-anak autisme mampu berpikir dan bertindak layaknya anak-anak lain tanpa bantuan. Pengobatan tertentu, mampu membuat perkembangan anak menjadi relatif normal dan menekan tingkah laku yang tidak diinginkan. Penyandang autisme umumnya membutuhkan lingkungan yang sangat terstruktur dan menerapkan rutinitas. Beberapa penanganan yang bisa dilakukan adalah memberikan pendidikan khusus untuk anak autis, terapi berbicara dan fisik, terapi kemampuan sosial, pemberian obat dan interaksi lingkungan yang baik. Pengucilan oleh masyarakat hanya akan memperburuk kondisi penyandang Autisme.

  1. Makanan bebas bahan kimia,asupan terbaik bagi penderita Autisme

Salah satu pencegahan penderita autis adalah dengan menghindari makanan bebas dari bahan kimia. Makanan yang sehat bergizi atau makanan empat sehat lima sempurna merupakan solusi asupan terbaik bagi penderita Autisme. Makanan ini adalah makanan yang mengandung protein, karbohidrat, serat dan vitamin yang cukup untuk tubuh. Selain itu, pola makan dan tidur yang teratur akan membantu meminimalisir penyakit ini.

Setiap manusia diciptakan oleh Sang Pencipta berbeda-beda. Termasuk penyandang autisme juga memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Kita dapat merangkul mereka, memberikan dukungan untuk kemampuan mereka yang dapat digunakan untuk kehidupannya kelak. Karena mereka juga manusia, hanya saja mereka memandang dunia dengan caranya sendiri.

 

Narasumber : Prof.Dr.Afrizal,MA*

*Narasumber merupakan dosen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Sumber :

http://www.gentaandalas.com/fakta-menarik-penyandang-autisme



Berikan komentar




gambar

Reni Sabtu, 12 November 2016 | 11:33 WIB

saya termasuk orang tua penyandang autism....yg non verbal


Artikel Terbaru

MRI (Magnetic Resonance Imaging) Bisa Deteksi Autisme Sejak Dini
di posting Senin, 6 Maret 2017 | 04:10 WIB

Rekening Donasi

  • Bank Mandiri : 167 0000 674 076 An. Yayasan Cagar (Cahaya Keluarga Fitrah). Rumah Autis Pusat
  • BNI : 0293 870 445 An. Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah
  • BJB : 0024 4010 91 100 An. Yayasan Cagar Rumah Autis
  • BNI Syariah : 0294 477 011 An. Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah
  • BCA : 572 032 9516 An. Deka Kurniawan

Alamat Kantor Pusat

Rumah Autis
Ruko Ratna Asri Residence
Jl. Dr. Ratna No 26 D
Jati Kramat, Jati Asih
Kota Bekasi, Jawa Barat
P: (021) 2210-7656