Mengurangi Hambatan Autisme dengan Lumba-lumba

Rabu, 30 November 2016 | 02:22 WIB | Yessy Cahya | Pengetahuan | 699

Jakarta, CNN Indonesia -- Mengasuh anak yang memiliki autisme tidaklah mudah. Itu yang dirasakan oleh Lusiana Handoko, setelah mengetahui putra keduanya, Gevin, mengidap autisme. 
 

Kendati demikian, ia berhasil membesarkan Gevin, hingga sukses duduk di kelas XI Sekolah Menengah Atas. Tapi, hal tersebut tidak dijalani Lusiana dengan mudah. 

"Sebagai orang tua, pasti yang paling tahu kondisi anaknya sendiri. Kalau saya, saya melakukan analisis seperti SWOT kepada anak saya. Apa kekuatannya, apa kelemahannya. Baru mencari terapi yang paling tepat untuk anak," kata Lusi, sapaan Lusiana, saat berbincang dengan CNNIndonesia.com dalam acara Autism Awareness Month di Grand Indonesia, Rabu (6/4).

 

Jakarta, CNN Indonesia -- Autisme bukan penyakit kejiwaan, melainan gangguan pada otak yang termanifestasi pada perilaku. Bocah penderita autisme biasanya mengalami kesulitan belajar dan berkomunikasi.

Untuk itu, mereka menjalani terapi sesuai kebutuhan. Selain terapi wicara dan okupasi terapi, kini juga ada terapi lain yang unik: berenang bersama makhluk laut lucu lumba-lumba. 

Menurut Ashrully Setia Yudanto, Marketing Communication Manager Taman Safari II Prigen, Jawa Timur, berenang bersama lumba-lumba dapat membantu mengurangi hambatan autisme.

"Ada efek relaksasi yang ditimbulkan ketika berenang dan berinteraksi dengan lumba-lumba," ujar Ashrully alias Rully kepada CNN Indonesia.com ketika ditemui si Jakarta, pada Sabtu (30/1). 

Namun, para pengidap autisme tidak sekonyong-konyong berenang bersama lumba-lumba. Terlebih dulu, para pengidap autisme harus berkonsultasi dengan dokter dan fisioterapisnya masing-masing. 

"Jadi, kan para pengidap autisme itu memiliki saraf-saraf di tubuh yang dapat menimbulkan efek relaksasi itu. Nah, yang bisa membaca saraf itu ya fisioterapis," tuturnya. 
 

Kemudian, setelah mereka mengetahui titik-titik saraf yang rentan dengan autisme, pihak Taman Safari II Prigen, Jawa Timur, telah menyiapkan gelanggang renang bersama lumba-lumba. 

"Nantinya, para pengidap autisme itu datang ke Taman Safari dan langsung berenang dengan lumba-lumba yang jinak di kolam kami," ia menjelaskan. 

Harga yang dipatok untuk dapat berenang bersama lumba-lumba dihargai sejumlah Rp400 ribu per orang. Namun, wahana ini tidak hanya dapat dinikmati oleh pengidap autisme saja, melainkan pengunjung lain yang juga ingin merasakan sensasi berenang bersama lumba-lumba. 

Walau demikian, sejauh ini masih jarang pengunjung yang datang untuk melakukan terapi autisme bersama lumba-lumba. Mungkin masih banyak orang yang tidak tahu bahwa lumba-lumba dapat membantu menyembuhkan penyakit autisme. 

"Kebetulan di tempat kami masih sangat terbatas sarana dan prasarananya. Namun ada beberapa orang yang datang dan membawa keluarga mereka untuk terapi. Mereka rela melakukan perjalanan empat hari untuk datang ke wahana lumba-lumba kami." 

Lumba-lumba yang ada di sana pun sudah jinak, walaupun mereka memakan daging ikan-ikan kecil, lumba-lumba itu sudah dilatih agar tidak menyerang manusia ketika sedang berenang bersama. (vga/vga).

 

Sumber :

http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160407152446-255-122396/penyandang-autisme-juga-bisa-berprestasi/

Endro Priherdityo, CNN Indonesia

Kamis, 07/04/2016 19:24 WIB



Berikan komentar






Artikel Terbaru

World Autism Awareness Day 2018 Rumah Autis
di posting Senin, 2 April 2018 | 00:57 WIB

Rekening Donasi

  • Bank Mandiri : 167 0000 674 076 An. Yayasan Cagar (Cahaya Keluarga Fitrah). Rumah Autis Pusat
  • BNI : 0293 870 445 An. Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah
  • BJB : 0024 4010 91 100 An. Yayasan Cagar Rumah Autis
  • BNI Syariah : 0294 477 011 An. Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah
  • BCA : 572 032 9516 An. Deka Kurniawan

Alamat Kantor Pusat

Rumah Autis
Ruko Ratna Asri Residence
Jl. Dr. Ratna No 26 D
Jati Kramat, Jati Asih
Kota Bekasi, Jawa Barat
P: (021) 2210-7656