Pentingnya Diet untuk Anak Autisme dan ADHD

Jumat, 21 Sepember 2018 | 10:29 WIB | Faradilla Putri Wardini Wiradinata | Kesehatan | 364

Anak merupakan anugerah terindah Allah kepada kita, maka merupakan kewajiban orang tua untuk merawat, mendidik, dan mengarahkan mereka. Hal ini berlaku universal, tidak terkecuali orang tua yang dianugerahi anak berkebutuhan khusus (semua Ketunaan, Down Syndrome, Autisme dan ADHD).

Menjadi orang tua anak berkebutuhan khusus memerlukan kesabaran serta keikhlasan yang luar biasa. Tugas mengurus anak berkebutuhan khusus membutuhkan usaha ekstra dalam segala hal kehidupannya. Bahkan guru ABK pun memiliki kateristik ABK. Salah satu peran penting orang tua dan guru adalah memperhatikan pola makan dan makanan yang dikonsumsi ABK saat di rumah maupun di sekolah. Pengaruh makanan sedikit banyak memiliki konstribusi pada perilaku ABK.

Pada anak autis, makanan yang harus dihindari adalah makanan yang mengandung gluten dan kasein. Kedua zat ini merupakan peptida, yaitu sejenis zat medium yang terbentuk dari asam amino yang mempunyai ciri khas protein tetapi bukan protein. Gluten merupakan protein yang terdapat dalam gandum sedangkan Kasein adalah protein yang berasal dari susu dan berbagai olahannya (susu sapi, susu bubuk, susu skim, susu kambing, mentega, dan keju).

Menurut penelitian para ahli di Amerika dan Eropa pada penyandang autis, memiliki lubang lubang kecil pada mukosa (lendir usus) sehingga mengalami kesulitan dalam mencerna Kasein dan gluten. Lubang pada mukosa tersebut juga membuat anak autis menjadi ALERGI terhadap makanan, Makanan yang belum tercerna sempurna akan dianggap “musuh” oleh zat-zat anti bodi sehingga akan terbentuk zat anti bodi terhadap makanan. Akibatnya anak tersebut akan alergi terhadap beberapa jenis makanan. Bila antibodi yang terbentuk semakin banyak maka ada kecenderungan antibodi tersebut menyerang sel – sel dalam tubuhnya sendiri sehingga menyebabkan penyakit AUTOIMUN. Disamping hal – hal tersebut karena lemahnya pertahanan sel menyebabkan mudahnya INFEKSI VIRUS dan JAMUR berkembang biak sehingga RACUN sisa pencernaan pun sulit DIBUANG.

Selain makanan yang mengandung gluten dan kasein, makanan lain yang perlu dihindari oleh penyandang autis adalah makanan yang mengandung ragi (tempe, tape, roti, kecap, yogurt) makanan yang difermentasikan, dan gula. GULA adalah makanan yang mempunyai efek stimulasi terhadap jamur/yeast.  Efek yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi gula lebih banyak negatif, sehingga konsumsi gula (gula murni, olahan gula : madu, sirup, manisan buah, dll) merupakan hal mutlak yang harus dihindari.

Dampak negatif gula juga dirasakan bagi penyandang ADHD (attention Defisit Hiperactive Disorders/gangguan pemusatan perhatian). Pada anak ADHD, ketika mengkonsumsi gula pada pagi hari dalam keadaan perut kosong, akan menghilangkan mineral-mineral khususnya kromium. Kehilangan kromium akan memicu tindakan agresif. Pola makan yang buruk, kekurangan asam lemak esensial, dan alergi makanan dipastikan akan memperkuat gejala-gejala gangguan (perilaku merusak, gelisah, konsentrasi rendah, sulit belajar, canggung, mudah marah, dan kemampuan sosial rendah) pada anak ADHD.

Minuman bersoda, makanan berwarna, serta mengandung zat pengawet (sodium benzoat) dapat menyebabkan anak hiperaktif. Hal itu sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Jim Stevenson dari Universitas Southampton (dilansir oleh club bunda.com). Dalam penelitiannya pada 300 anak, terdapat perbedaan perilaku yang signifikan setelah minum sari buah dengan zat warna dan pengawet. Perilaku yang muncul adalah hiperaktivitas tinggi.

Pada anak ADHD, kekurangan seng, kalsium, magnesium akan meningkatkan kegelisahan, konsentrasi rendah dan kesulitan belajar. Kekurangan lemak esensial (omega 3 & omega 6) juga mengakibatkan kesulitan belajar. Defisit vitamin B1 (thiamin) memicu perilaku agresif, impulsif dan eratik (tak terduga). Vitamin B1 banyak dijumpai pada kentang, padi-padian, kacang-kacangan, bijian, telur, daging, sayuran dan beras merah.

Sungguh dilematis bagi orangtua dan guru sebagai orang terdekat ABK. Makanan sehat yang bagi orang lain adalah sumber gizi yang harus dikonsumsi, bagi ABK justru makanan yang harus untuk dihindari. Untuk itu, marilah kita secara bijak memilih makanan yang baik untuk  dan tidak sembarangan memberikan makanan kepada ABK karena akan berakibat buruk pada perilaku ABK sendiri. Semoga kita termasuk orang tua dan guru yang bijak.


Mengapa penyandang Autisme harus Diet?

  • Hasil penelitian ahli gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, Dr. dr Sri Achadi Nugraheni, 2009 tentang pengaruh makanan dan  minuman  pada Anak Autisme dan ADHD, dengan hasil ada hubungan yang erat antara makanan dan minuman dengan perilaku hiperaktif , menyendiri, kurangnya kontak mata dan perilaku lainnya.
  • Peneliti lain juga meneliti tentang adanya gangguan pada Sistem Pencernaan Penyandang Autisme dan ADHD yang  berpengaruh pada Otak Anak sehingga pola pikir anak terganggu.
  • Adanya alergi terhadap beberapa jenis makanan yang berimbas pada perilaku, konsentrasi, dll.

Pola Diet


Casein Free, casein adalah protein dari susu.

Gluten Free, gluten adalah gandum.

Sugar Free.

Sumber Gluten

  • Tepung terigu
  • Gandum
  • Produk olahannya mie, kue, makaroni, biskuit, sereal, roti, dll.
  • Makanan yang dibuat dari biji-bijian tersebut juga ditemukan dalam pati makanan, beberapa cuka, kecap, saus teriyaki, perasa, warna buatan, dan protein nabati.

Sumber Casein

  • Susu sapi segar
  • Olahan susu seperti Keju, Mentega, es Krim, Yogurt
  • Susu Kedelai

Gula

  • Gula adalah makanan yang mempunyai efek stimulasi terhadap jamur/yeast.
  • Jamur / Yeast, memperbesar kebocoran usus (leaky gut)
  • Efek konsumsi gula pada sistem pencernaan akan mempengaruhi perilaku anak seperti menjadi hiperaktif, sulit tidur, banyak stimulasi diri, tahan terhadap rasa sakit.


Berikan komentar






Artikel Terbaru

Pekan Olahraga Rumah Autis 2018
di posting Jumat, 21 Desember 2018 | 14:16 WIB
Merancang Aktifitas Fungsional yang Menyenangkan di Rumah
di posting Rabu, 14 November 2018 | 16:20 WIB

Rekening Donasi

  • Bank Mandiri : 1670 0006 7408 4 An. Yayasan Cagar - RA Pusat Program
  • Bank Mandiri : 1670 0006 7407 6 An. Yayasan Cagar - Rumah Autis Pusat
  • Bank Mandiri : 1560 0029 1817 7 An. Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah
  • Bank BNI : 0293 8704 45 An. Cahaya Keluarga Fitrah
  • BJB : 0024 4010 9110 0 An. Yayasan Cagar Rumah Autis
  • BCA : 5720 3295 16 An. Deka Kurniawan
  • BRI : 1105 0100 0254 309 An. Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah

Alamat Kantor Pusat

Rumah Autis
Ruko Ratna Asri Residence
Jl. Dr. Ratna No 26 D
Jati Kramat, Jati Asih
Kota Bekasi, Jawa Barat
P: (021) 2210-7656