Stimulasi Bicara dan Komunikasi Efektif ABK di Rumah

Kamis, 15 Februari 2018 | 03:14 WIB | Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah | PSG | 557

Apa yang dimaksud dengan komunikasi? Hakikat komunikasi adalah pertukaran informasi antara komunikator (yang menyampaikan informasi) dengan komunikasi (yang menerima informasi). Bentuk komunikasi yang umum adalah komunikasi secara verbal, yaitu berbicara dan menggunakan bahasa.

Proses komunikasi secara verbal meliputi hal-hal berikut:

Gagasan -> Bahasa -> Bicara

Yang dimaksud dengan gagasan adalah ide yang muncul di pikiran kita yang ingin disampaikan. Perolehan gagasan ini dipengaruhi oleh pengalaman sensori yang ada, seperti dari pendengaran, penglihatan, dan perabaan. Selain itu gagasan juga dipengaruhi oleh emosi yang dirasakan.

Gagasan tersebut yang kemudian dituangkan dalam bentuk bahasa. Bahasa ini meliputi kata dan kalimat, yang dikuasai. Bahasa yang dimaksud juga mencakup makna atau isi bahasa, penggunaannya, intonasi dalam menyampaikan, serta peran dari otak kiri kita. Pada anak dengan gangguan bahasa, biasanya dia tidak paham dengan apa yang dibicarakan atau dia tidak bisa mengungkapkan pikirannya, baik dengan kata, kalimat maupun cerita.

Dari bahasa kemudian dituangkan dengan cara berbicara. Mengenai kemampuan bicara ini erat kaitannya dengan masalah artikulasi dan berhubungan dengan masalah organ wicara dan kebiasaan bicara yang diajarkan.

Untuk masalah organ, berkaitan dengan otot dan syaraf pada organ wicara. Yang dimaksud dengan organ wicara antara lain adalah bibir, lidah, langit2, rahang, gigi, pita suara.

Pada anak dengan gangguan di organ wicara, bicaranya biasanya akan kurang jelas. Ada huruf-huruf tertentu yang tidak bisa diujarkan dengan jelas.

Berikut beberapa hambatan komunikasi pada ABK :

* Tidak mengerti dengan apa yang disampaikan

* Tidak dapat mengungkapkan keinginannya melalui bahasa

* Bicara satu arah

* Mengulang kata

* Sering mengulang topik pembicaraan yang sama

* Bicara tidak jelas

* Suara kecil, serak atau melengking

* Bicara dengan intonasi yang tidak tepat

* Bicara terlalu cepat

* Gagap

Latihan apa yang dibutuhkan?

* Latihan organ wicara

Ini berkaitan dengan stimulasi pada organ wicara, baik untuk sensori maupun geraknya.

* Latihan mendengar

Ini berkaitan dengan atensi atau perhatian dalam mendengar, membedakan bunyi, sampai pemahaman tentang apa yang dibicarakan.

* Latihan bahasa

Ini berkaitan dengan pemahaman serta penggunaan kata, kalimat dan kemampuan bercerita.

* Latihan artikulasi

Ini berkaitan dengan latihan pengujaran huruf dengan benar.

* Latihan suara

Ini berkaitan dengan teknik bersuara, keras lemahnya suara, serak atau tidaknya suara.

* Latihan berkaitan dengan irama bicara dan kelancaran.

 

Tips Komunikasi Efektif dengan ABK :

* Mulai komunikasi dengan mengarahkan atensi anak untuk melakukan kontak mata dan posisi tubuh yang sejajar.

* Berikan anak kesempatan untuk ungkapkan keinginannya, baik secara verbal, gestur maupun gambar.

* Bantu anak untuk membahasakan keinginannya dengan benar.

* Bicara pada anak dengan singkat dan jelas.

* Jika perlu, gunakan gambar/kartu/tulisan untuk berkomunikasi.

* Perhatikan tingkat kemampuan bahasa anak (kata, kalimat atau cerita)

* Tunjukkan ekspresif emosi (sedih/takut/tidak suka) melalui intonasi, gestur dan ekspresi wajah.

* Perkaya kosa kata anak melalui cerita bergambar, dongeng, lagu+gerak, lagu+gambar, video, dan lain-lain, dengan syarat temani atau ulangi penggunaan kata2 tersebut.

* Koreksi bicara anak jika salah atau tidaknya jelas, tanpa memaksanya untuk langsung bisa menirukan kembali.

 

 Tanya – Jawab :

 

  1. Bagaimana komunikasi yg baik dengan kondisi anak yg sedang tantrum?

 

Pada saat anak tantrum, dia akan susah utk fokus mendengar kata2 kita. Jadi Kita tidak perlu banyak bicara. Cukup dengan kata2 singkat. Untuk yang menyerang atau menyakiti diri, usahakan kendalikan dulu perilakunya dg cara memegang atau menahan tangan atau kaki yang digunakannya.

Biasanya dg cara dipeluk sehingga gerak anak bs tertahan, sambil ucapkan kata "tidak" atau "yang baik".

Setelah anak bisa tenang, baru kita bs bicarakan mengenai perilaku tadi. Bs kita tanya dia mau apa atau kalau kita tahu penyebab tantrumnya, bs kita sampaikn solusi utk mengatasinya.

Apakah komunikasi dengan kata yang singkat berlaku juga ditempat umum?  Karna pasti pandangan orang itu anaknya nangis kok didiemin saja?

Kita tetap bicara dg kata2 singkat bu, bukan didiamkan atau dicuekin. Klo di tempat umum, klo memungkinkan kita bs bawa anak kluar atau pindah tempat.  Ibu pernah mengalaminya ditempat umum seperti apa bu?

Seperti pingin di tempat acara tetapi pingin tetap di situ.  tetapi tidak di ijinkan oleh pihak lain. Akhirnya anak marah marah ngotot ingin di situ.

Klo seperti ini, kita cb sampaikn "Kita mau pulang" sambil ajak dia keluar. Sebaiknya siasati sebelum pergi, ibu bs kasih tau dulu pada si anak kalo nanti ikut acara itu sampai selesai kegiatan apa atau kalo anak sdh tahu jam bisa sebutkan sampai jam berapa. Lalu beritahu Anak setelah acara itu dia harus apa atau kemana. Misalnya Anak mau diajak kondangan, kasih tau dl sebelum berangkat klo nanti si anak boleh disana ngapain aja. Misalnya "Nanti di kondangan Kita makan dan salaman. Setelah salaman kita pulang yaa." Bs tambahkan dg hal yg dia suka, misalnya pas pulang nanti dia dapat jus/makanan yg dia suka.

Itu ibu jelaskan sebelum berangkat, dan minta dia ulangi pernyataan itu utk memastikan dia paham atau ingat.

Setelah itu, pas di acara jg ingatkan lagi.

Klo trnyata dia masih ngamuk, tetap arahkan dia keluar dan bicara dg singkat spt td.

Situasi dan pembiasaan InsyaaAllah bs membantu dia utk belajar memahami. Klo org lain bingung liat ibu & si anak, ibu ga usah sedih. Itu karna mereka blm tau Dan blm ngerti.

 

  1. Anak suka bicara di ulang ulang dan meniru misalnya saya tanya  "apa kabar " dia jwb apa kabar? Bagaimana cara mengarahkannya bu?

Dalam hal ini, ibu bs perhatikan lagi apakah Anak sdh paham kalimat itu atau belum. Klo dia belum paham, ibu bantu dia bgmn cara menjawabnya. Misalnya jawaban yg diharapkan adalah "baik", saat anak akan menjawab, ibu tutup mulut anak dan langsung jawab "baik", sehingga ia mengulang kata itu.

Dalam berbicara dengan anak, usahakan anak bs memahami dulu kata yg dimaksud. Untuk pertanyaan soal kabar, memang abstrak dan lebih sulit dipahami. Ibu perlu jelaskan dulu kondisi "baik" itu seperti apa. Misalnya dia terlihat senang, lalu kita manfaatkan moment itu utk menanyakan kbrnya. Lalu bantu dia utk menjawab "baik". Setelah itu kita ulangi pernyataan bahwa anak kabarnya baik karena Anak sdg senang.

 

Anak sdh mengenali warna huruf a sampai z di acak dan angka, tp sulit komunikasi.

Ini mungkin karena dia belum paham dengan kata yang dia baca atau ucapkan.

Kalo lg fokus dia bs jwb bu, tp kadang kalo lg menghayal sulit di ajak komunikasi.

Bs bantu pemahaman anak dengan menunjukkan gambar atau benda utk kata benda. Atau mempraktekkan kegiatan atau lihat lihat gambar utk kata kerja.

 

Intinya, utk anak berkebutuhan khusus, perlu sekali Kita perhatikan anak paham atau tidak dengan aturan ato hal2 yg Kita sampaikn. Jika tidak paham, bantu dia utk paham dengan pengulangan2 dan praktek langsung.

 

  1. Anak skrg sdh mulai dpt bicara, tapi kadang karna terlalu cepat, bicaranya suka tidak jelas apakah ada penyebab dan kendalanya?

 

Bicara cepat bisa diperbaiki dengan cara menuntunnya uttuk bicara lebih lambat.

Jika ibu paham dengan apa yg dia ucapkan, ibu ulangi ucapannya dengan tempo yg lebih pelan, lalu minta dia ulangi. Ibu bisa juga ajak anak nyanyi lagu dengan tempo lambat. Dari sana dia bisa belajar tempo.

 

Bisa juga mungkin karna nafasnya pendek, Jika karna ini, ibu perlu ajarkan dia untuk memotong kalimat untuk jeda ambil nafas. Bisa juga dengan latih dia utk mengulang kalimat ibu sambil ibu kasih bantuan ketukan untuk menentukan tempo bicaranya. Seperti orang belajar nyanyi.

Apa yang dimaksud dengan komunikasi? Hakikat komunikasi adalah pertukaran informasi antara komunikator (yang menyampaikan informasi) dengan komunikasi (yang menerima informasi). Bentuk komunikasi yang umum adalah komunikasi secara verbal, yaitu berbicara dan menggunakan bahasa.

Proses komunikasi secara verbal meliputi hal-hal berikut:

 

Gagasan -> Bahasa -> Bicara

 

Yang dimaksud dengan gagasan adalah ide yang muncul di pikiran kita yang ingin disampaikan. Perolehan gagasan ini dipengaruhi oleh pengalaman sensori yang ada, seperti dari pendengaran, penglihatan, dan perabaan. Selain itu gagasan juga dipengaruhi oleh emosi yang dirasakan.

Gagasan tersebut yang kemudian dituangkan dalam bentuk bahasa. Bahasa ini meliputi kata dan kalimat, yang dikuasai. Bahasa yang dimaksud juga mencakup makna atau isi bahasa, penggunaannya, intonasi dalam menyampaikan, serta peran dari otak kiri kita. Pada anak dengan gangguan bahasa, biasanya dia tidak paham dengan apa yang dibicarakan atau dia tidak bisa mengungkapkan pikirannya, baik dengan kata, kalimat maupun cerita.

Dari bahasa kemudian dituangkan dengan cara berbicara. Mengenai kemampuan bicara ini erat kaitannya dengan masalah artikulasi dan berhubungan dengan masalah organ wicara dan kebiasaan bicara yang diajarkan.

Untuk masalah organ, berkaitan dengan otot dan syaraf pada organ wicara. Yang dimaksud dengan organ wicara antara lain adalah bibir, lidah, langit2, rahang, gigi, pita suara.

Pada anak dengan gangguan di organ wicara, bicaranya biasanya akan kurang jelas. Ada huruf-huruf tertentu yang tidak bisa diujarkan dengan jelas.

 

Berikut beberapa hambatan komunikasi pada ABK :

* Tidak mengerti dengan apa yang disampaikan

* Tidak dapat mengungkapkan keinginannya melalui bahasa

* Bicara satu arah

* Mengulang kata

* Sering mengulang topik pembicaraan yang sama

* Bicara tidak jelas

* Suara kecil, serak atau melengking

* Bicara dengan intonasi yang tidak tepat

* Bicara terlalu cepat

* Gagap

 

Latihan apa yang dibutuhkan?

* Latihan organ wicara

Ini berkaitan dengan stimulasi pada organ wicara, baik untuk sensori maupun geraknya.

* Latihan mendengar

Ini berkaitan dengan atensi atau perhatian dalam mendengar, membedakan bunyi, sampai pemahaman tentang apa yang dibicarakan.

* Latihan bahasa

Ini berkaitan dengan pemahaman serta penggunaan kata, kalimat dan kemampuan bercerita.

* Latihan artikulasi

Ini berkaitan dengan latihan pengujaran huruf dengan benar.

* Latihan suara

Ini berkaitan dengan teknik bersuara, keras lemahnya suara, serak atau tidaknya suara.

* Latihan berkaitan dengan irama bicara dan kelancaran.

 

Tips Komunikasi Efektif dengan ABK :

* Mulai komunikasi dengan mengarahkan atensi anak untuk melakukan kontak mata dan posisi tubuh yang sejajar.

* Berikan anak kesempatan untuk ungkapkan keinginannya, baik secara verbal, gestur maupun gambar.

* Bantu anak untuk membahasakan keinginannya dengan benar.

* Bicara pada anak dengan singkat dan jelas.

* Jika perlu, gunakan gambar/kartu/tulisan untuk berkomunikasi.

* Perhatikan tingkat kemampuan bahasa anak (kata, kalimat atau cerita)

* Tunjukkan ekspresif emosi (sedih/takut/tidak suka) melalui intonasi, gestur dan ekspresi wajah.

* Perkaya kosa kata anak melalui cerita bergambar, dongeng, lagu+gerak, lagu+gambar, video, dan lain-lain, dengan syarat temani atau ulangi penggunaan kata2 tersebut.

* Koreksi bicara anak jika salah atau tidaknya jelas, tanpa memaksanya untuk langsung bisa menirukan kembali.

 

 Tanya – Jawab :

 

  1. Bagaimana komunikasi yg baik dengan kondisi anak yg sedang tantrum?

 

Pada saat anak tantrum, dia akan susah utk fokus mendengar kata2 kita. Jadi Kita tidak perlu banyak bicara. Cukup dengan kata2 singkat. Untuk yang menyerang atau menyakiti diri, usahakan kendalikan dulu perilakunya dg cara memegang atau menahan tangan atau kaki yang digunakannya.

Biasanya dg cara dipeluk sehingga gerak anak bs tertahan, sambil ucapkan kata "tidak" atau "yang baik".

Setelah anak bisa tenang, baru kita bs bicarakan mengenai perilaku tadi. Bs kita tanya dia mau apa atau kalau kita tahu penyebab tantrumnya, bs kita sampaikn solusi utk mengatasinya.

Apakah komunikasi dengan kata yang singkat berlaku juga ditempat umum?  Karna pasti pandangan orang itu anaknya nangis kok didiemin saja?

Kita tetap bicara dg kata2 singkat bu, bukan didiamkan atau dicuekin. Klo di tempat umum, klo memungkinkan kita bs bawa anak kluar atau pindah tempat.  Ibu pernah mengalaminya ditempat umum seperti apa bu?

Seperti pingin di tempat acara tetapi pingin tetap di situ.  tetapi tidak di ijinkan oleh pihak lain. Akhirnya anak marah marah ngotot ingin di situ.

Klo seperti ini, kita cb sampaikn "Kita mau pulang" sambil ajak dia keluar. Sebaiknya siasati sebelum pergi, ibu bs kasih tau dulu pada si anak kalo nanti ikut acara itu sampai selesai kegiatan apa atau kalo anak sdh tahu jam bisa sebutkan sampai jam berapa. Lalu beritahu Anak setelah acara itu dia harus apa atau kemana. Misalnya Anak mau diajak kondangan, kasih tau dl sebelum berangkat klo nanti si anak boleh disana ngapain aja. Misalnya "Nanti di kondangan Kita makan dan salaman. Setelah salaman kita pulang yaa." Bs tambahkan dg hal yg dia suka, misalnya pas pulang nanti dia dapat jus/makanan yg dia suka.

Itu ibu jelaskan sebelum berangkat, dan minta dia ulangi pernyataan itu utk memastikan dia paham atau ingat.

Setelah itu, pas di acara jg ingatkan lagi.

Klo trnyata dia masih ngamuk, tetap arahkan dia keluar dan bicara dg singkat spt td.

Situasi dan pembiasaan InsyaaAllah bs membantu dia utk belajar memahami. Klo org lain bingung liat ibu & si anak, ibu ga usah sedih. Itu karna mereka blm tau Dan blm ngerti.

 

  1. Anak suka bicara di ulang ulang dan meniru misalnya saya tanya  "apa kabar " dia jwb apa kabar? Bagaimana cara mengarahkannya bu?

Dalam hal ini, ibu bs perhatikan lagi apakah Anak sdh paham kalimat itu atau belum. Klo dia belum paham, ibu bantu dia bgmn cara menjawabnya. Misalnya jawaban yg diharapkan adalah "baik", saat anak akan menjawab, ibu tutup mulut anak dan langsung jawab "baik", sehingga ia mengulang kata itu.

Dalam berbicara dengan anak, usahakan anak bs memahami dulu kata yg dimaksud. Untuk pertanyaan soal kabar, memang abstrak dan lebih sulit dipahami. Ibu perlu jelaskan dulu kondisi "baik" itu seperti apa. Misalnya dia terlihat senang, lalu kita manfaatkan moment itu utk menanyakan kbrnya. Lalu bantu dia utk menjawab "baik". Setelah itu kita ulangi pernyataan bahwa anak kabarnya baik karena Anak sdg senang.

 

Anak sdh mengenali warna huruf a sampai z di acak dan angka, tp sulit komunikasi.

Ini mungkin karena dia belum paham dengan kata yang dia baca atau ucapkan.

Kalo lg fokus dia bs jwb bu, tp kadang kalo lg menghayal sulit di ajak komunikasi.

Bs bantu pemahaman anak dengan menunjukkan gambar atau benda utk kata benda. Atau mempraktekkan kegiatan atau lihat lihat gambar utk kata kerja.

 

Intinya, utk anak berkebutuhan khusus, perlu sekali Kita perhatikan anak paham atau tidak dengan aturan ato hal2 yg Kita sampaikn. Jika tidak paham, bantu dia utk paham dengan pengulangan2 dan praktek langsung.

 

  1. Anak skrg sdh mulai dpt bicara, tapi kadang karna terlalu cepat, bicaranya suka tidak jelas apakah ada penyebab dan kendalanya?

 

Bicara cepat bisa diperbaiki dengan cara menuntunnya uttuk bicara lebih lambat.

Jika ibu paham dengan apa yg dia ucapkan, ibu ulangi ucapannya dengan tempo yg lebih pelan, lalu minta dia ulangi. Ibu bisa juga ajak anak nyanyi lagu dengan tempo lambat. Dari sana dia bisa belajar tempo.

 

Bisa juga mungkin karna nafasnya pendek, Jika karna ini, ibu perlu ajarkan dia untuk memotong kalimat untuk jeda ambil nafas. Bisa juga dengan latih dia utk mengulang kalimat ibu sambil ibu kasih bantuan ketukan untuk menentukan tempo bicaranya. Seperti orang belajar nyanyi.

 

 

Resume PSG Online Ortu Istimewa Rumah Autis

Tanggal           : 16 Januari 2018

Tema               : Stimulasi bicara dan  Komunikasi Efektif ABK Di Rumah

Pemateri         : Ibu Dini Mulyati ,S Psi , AMd TW ( Terapis , Team Kurikulum Rumah Autis)

                



Berikan komentar






Artikel Terbaru

Semua Berhak Sehat Mental
di posting Kamis, 11 Oktober 2018 | 08:32 WIB
Anugerah Menjadi IRT Sekaligus Ibu dari ABK
di posting Jumat, 5 Oktober 2018 | 13:40 WIB

Rekening Donasi

  • Bank Mandiri : 1670 0006 7408 4 An. Yayasan Cagar - RA Pusat Program
  • Bank Mandiri : 1670 0006 7407 6 An. Yayasan Cagar - Rumah Autis Pusat
  • Bank Mandiri : 1560 0029 1817 7 An. Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah
  • Bank BNI : 0293 8704 45 An. Cahaya Keluarga Fitrah
  • BJB : 0024 4010 9110 0 An. Yayasan Cagar Rumah Autis
  • BCA : 5720 3295 16 An. Deka Kurniawan
  • BRI : 1105 0100 0254 309 An. Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah

Alamat Kantor Pusat

Rumah Autis
Ruko Ratna Asri Residence
Jl. Dr. Ratna No 26 D
Jati Kramat, Jati Asih
Kota Bekasi, Jawa Barat
P: (021) 2210-7656