Terapi Al-Quran Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (Bagian 1)

Selasa, 2 Oktober 2018 | 13:27 WIB | Faradilla Putri Wardini Wiradinata | PSG | 328

Sebagai pendidik atau orang tua ABK, kita tentu tidak asing lagi dengan istilah terapi. Ya, terapi adalah salah satu ikhtiar kita, agar anak ABK kita dapat beradaptasi dengan lebih baik di lingkungan, lebih mandiri, dan m­­­­­emiliki orientasi hidup seperti anak-anak pada umumnya. Percayalah, Allah Swt tidak mungkin menciptakan sesuatu secara sia-sia, termasuk di dalamnya adalah anak-anak ABK kita. Penciptaan manusia adalah penciptaan yang paling sempurna (QS. Al-Kahfi [18]: 37), maka pastilah Ia memberikan kelebihan pada manusia dibandingkan makhluk-Nya yang lain. Salah satu kelebihan itu adalah akal (QS. Az-Zumar [39]: 18), perangkat manusia sebagai khalifah (pemimpin) di dunia dan untuk mempelajari Al-Qur’an sebagai petunjuk-Nya. Allah Swt menjelaskan dalam firman-Nya, salah satu kedudukan anak bagi orang tua adalah sebagai ujian (QS. At-Taghaabun [64]: 15), yang menggambarkan betul keadaan kita sebagai para pendidik dan orang tua ABK. Namun begitu, kita patut mengusahakan yang terbaik agar potensi akal anak-anak kita dapat digunakan secara maksimal sesuai fitrahnya (Al-A’Raaf [7]: 172).

Selama mengasuh anak ABK, sudah berapa banyak jenis terapi yang Saudara ketahui? Kebanyakan terapi yang kita gunakan berdasarkan penelitian dan penerapan dari Barat, seperti diet, ABA, terapi okupasi, fisioterapi, sensory integration, terapi wicara, biomedik (obat-obatan), terapi listrik, gelombang sonar lumba-lumba, dan lain-lain. Tapi tahukah Saudara, ada sarana terapi yang sering kita lupakan sebagai seorang muslim? Yaitu wahyu Allah Swt bagi ummat manusia, Al-Qur’an.

Begitu banyak manfaat yang kita dapatkan dari Al-Qur’an, karena setiap hurufnya pun mengandung mukjizat. Fungsi Al-Qur’an antara lain sebagai petunjuk (hudan), sumber informasi/penjelasan (bayan), pembeda antara yang benar dan yang salah (al-furqan), penyembuh (syifa’), rahmat dan nasihat/petuah (mauidzah) (Al-Kaheel, 2011). Belum banyak yang mengetahui, khususnya di Indonesia, bahwa al-Quran dapat digunakan sebagai terapi ABK. Cobalah browsing di mesin pencari Saudara, sudah banyak bukti nyata, penyandang autis dan ABK dengan karakteristik lain menjadi penghafal Al-Qur’an. Masya Allah!

Dengan segala keterbatasan dan pengetahuan yang dimiliki, penulis ingin berbagi pengalaman sebagai orangtua ABK tentang tata cara terapi Al-Qur’an yang dapat kita lakukan di rumah maupun di tempat terapi.

1. Membiasakan Anak Mendengarkan Ayat-Ayat Al-Qur’an

Mendengarkan Al-Qur’an dapat melembutkan sekaligus obat hati bagi orang-orang yang mendengarkannya. Allah Swt berfirman dalam QS. Yunus ayat 57, “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” Dan QS. Al-Israa’ ayat 82, “Dan kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” Terapi Al-Qur’an tidak memerlukan biaya semahal terapi-terapi di luar sana, karena kita hanya perlu meyakini sepenuhnya bahwa dalam Al-Qur’an terdapat obat.

Bagi anak ABK, mendengarkan Al-Qur’an adalah kebutuhan ruhiyah (jiwa) mereka, karena Al-Quran sebagai petunjuk (QS. al-Israa’ [17]: 9) dari Allah Swt. Lantunan ayat Al-Quran yang mereka dengarkan dapat menjadi jalan cahaya agar mereka mau membuka hati dan mau berkomunikasi dua arah dengan orang-orang di lingkungan sekitar. Allah Swt menciptakan pendengaran untuk mendengarkan hal-hal baik, terutama perkataan yang paling baik, yaitu Al-Qur’an.

Al-Kaheel, seorang peneliti Al-Qur’an dan sunnah dari Suriah, menjelaskan manfaat mendengarkan Al-Qur’an bagi kesehatan jiwa dan raga manusia. Dalam bukunya Al-Quran the healing book (2011), Al-Kaheel menjelaskan dengan rinci, gelombang yang harmonis yang keluar dari lantunan ayat-ayat Al-Qur’an mampu membuat detak jantung menjadi teratur, seluruh organ tubuh bekerja dengan baik, sel-sel baik dalam tubuh mampu bertarung mengalahkan sel-sel jahat sehingga dapat meningkatkan imunitas, dan mengaktifkan sel-sel syaraf pada otak sehingga dapat meningkatkan daya pikir. Mendengarkan Al-Qur’an berbeda dengan mendengarkan musik, yang juga digunakan sebagai terapi suara. Al-Qur’an adalah ash-shifa al-muthlaq (penyembuh mutlak) dari Allah Swt. Keutamaan Al-Qur’an dibandingkan musik adalah (1) harmonisasi yang sempurna dalam susunan kata dan hurufnya, (2) keseimbangan irama dalam kata dan alurnya, (3) arti dan kandungan makna di dalamnya, dan (4) wahyu yang datangnya dari Allah Tuhan semesta alam, bukan karangan manusia.

Kapan kita perdengarkan murotal pada anak ABK kita? Kita bisa memasang murotal Al-Qur’an kapanpun, semakin sering semakin baik, jika perlu selama 24 jam sehari. Tentu akan lebih baik lagi, jika kitalah yang membacakannya langsung pada mereka: saat sedang bermain, dalam perjalanan, saat makan, sebelum masuk sesi terapi, sesudah sesi terapi, ketika tantrum, dan menjelang tidur. Allah Swt berfirman dalam Surat Ar-Ruum ayat 23, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” Ayat ini membenarkan penelitian yang menyatakan bahwa beberapa menit menjelang tidur otak kita berfungsi optimal untuk merekam dan selama tidur, pendengaran kita masih aktif merekam semua suara yang ada di sekitar kita (Najati, 2005).

(Bersambung pada Bagian 2)


DATA PENULIS

Nama: Fitri Meliani

TTL: Cirebon, 1 September 1988

E-mail: fithinker1453@gmail.com

Pendidikan: S1 Psikologi (UNISBA), S2 Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak (IPB)

Status: Menikah

Anak: 1 (4,5 tahun, usia 2 tahun didiagnosa ADHD feature, selama 2 tahun menjalani terapi di klinik tumbuh kembang)

Pengalaman Kerja:

- Terapis di Rumah Autis Bekasi (2012-2014)

- Pengajar mata kuliah Psikologi Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Cirebon, dan Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon (2015-2017)



Berikan komentar






Artikel Terbaru

Merancang Aktifitas Fungsional yang Menyenangkan di Rumah
di posting Rabu, 14 November 2018 | 16:20 WIB
Semua Berhak Sehat Mental
di posting Kamis, 11 Oktober 2018 | 08:32 WIB

Rekening Donasi

  • Bank Mandiri : 1670 0006 7408 4 An. Yayasan Cagar - RA Pusat Program
  • Bank Mandiri : 1670 0006 7407 6 An. Yayasan Cagar - Rumah Autis Pusat
  • Bank Mandiri : 1560 0029 1817 7 An. Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah
  • Bank BNI : 0293 8704 45 An. Cahaya Keluarga Fitrah
  • BJB : 0024 4010 9110 0 An. Yayasan Cagar Rumah Autis
  • BCA : 5720 3295 16 An. Deka Kurniawan
  • BRI : 1105 0100 0254 309 An. Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah

Alamat Kantor Pusat

Rumah Autis
Ruko Ratna Asri Residence
Jl. Dr. Ratna No 26 D
Jati Kramat, Jati Asih
Kota Bekasi, Jawa Barat
P: (021) 2210-7656