Terapi Al-Quran Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (Bagian 2)

Rabu, 3 Oktober 2018 | 12:32 WIB | Faradilla Putri Wardini Wiradinata | PSG | 161

2. Mentalqin dan Melatih Anak Melafalkan Ayat-Ayat Al-Quran Dengan Tartil

Mentalqin adalah cara mengajarkan Al-Qur’an dengan guru membacakan ayat tertentu lalu diulangi oleh murid. Mentalqin anak ABK memang tidak mudah. Awalnya mereka hanya bisa bertahan 2-3 menit saja, namun jika dilakukan setiap hari insyaa Allah akan terbiasa. Untuk poin ini (2) diperlukan reward (hadiah) di setiap akhir sesinya, dengan begitu anak akan senang menjalankannya. Hadiahnya bisa dalam bentuk apapun yang disukai anak, seperti makanan atau kegiatan yang disukai, namun yang penting tidak memberatkan untuk kita. Ayat yang ditalqin tentunya diutamakan diawali dari yang paling mudah, seperti surat Al-Fatihah, An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas (juz 30). Talqin pada ABK diusahakan tidak semata-mata menghafal Al-Qur’an, namun selama prosesnya. Selama kita mentalqin anak ABK, usahakan mood-nya dalam keadaan baik, dianjurkan posisi duduk yang nyaman seperti sedang terapi, dan pusatkan perhatian anak pada ayat-ayat yang kita bacakan. Jika kita sudah membacakan satu ayat, mintalah ia mengulanginya berkali-kali (10-40 kali) sampai pengucapan huruf, tajwid, dan panjang-pendeknya benar. Jangan mementingkan jumlah ayat yang dihafalkan, karena yang terpenting bagi ABK adalah proses talqinnya, yaitu melatih atensi, kesabaran dan menunda keinginan (impulsivitas) mereka sampai menyelesaikan setiap sesi. Sebelum ditalqin dan muroja’ah (mengulang), beri pengertian pada anak, bahwa setelah menghafal mereka akan mendapatkan insentif (hadiah) yang mereka sukai, bisa berupa makanan atau kegiatan. Jika dibiasakan setiap hari anak akan termotivasi untuk menghafal dan terlatih untuk menunda kebutuhannya (impulsive).

Begitu banyak manfaat membaca Al-Qur’an dengan tartil (perlahan-lahan) dan menghafalkannya. Allah Swt berfirman dalam QS. Al-Muzammil [73] ayat 4, “…dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” Imam Ibnu Katsir menjelaskan, bahwa dengan membaca Al-Qur’an perlahan maka itu bisa membantu kita untuk memahami dan mentadaburinya (Tafsir Ibnu Katsir 8/250). Jika dilihat dari segi terapeutiknya, setiap huruf Al-Qur’an dan aturan tajwid (panjang-pendek, idghom, iqlab, ghunnah, dll) ternyata melewati setiap syaraf-syaraf yang mempengaruhi organ oral-motor (bibir, lidah dan rahang). Jika dilafalkan dengan tepat bisa membantu anak dengan gangguan bicara agar bisa berucap dengan tepat. selain itu, anak pun memiliki banyak kosa kata dan mudah menyerap apa yang orang lain katakan. Bukankah hal ini yang diharapkan dalam terapi wicara? Maasya Allah! Allah Swt berfirman dalam QS. Al-Kahfi [18] ayat 27, “Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu Kitab Tuhanmu (Al Quran). tidak ada (seorangpun) yang dapat merobah kalimat-kalimat-Nya. dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari padanya.”

3. Meruqyah Anak Ketika Tantrum

Bukan hal baru jika anak ABK dikaruniai energi yang begitu besar, sehingga jika tidak ditangani dengan baik maka mereka akan sering mengalami tantrum. Tantrum pada anak ABK pun tentu berbeda dengan tantrum pada anak biasa, yaitu lebih sulit ditenangkan. Ayat-ayat al-Qur’an adalah yang paling tepat dibacakan ketika mereka sedang tantrum. Allah Swt berfirman dalam QS. ar-Ra’d [13] ayat 28, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” Bacakan ayat-ayat Al-Qur’an sampai anak terlihat tenang dan dapat didekati. Setelah itu tuntun anak untuk berdzikir.

Ayat-ayat al-Qur’an yang tersusun dengan sempurna dan begitu harmonis ketika dibacakan akan membuat degup jantung yang kencang ketika anak tantrum perlahan-lahan menjadi tenang, dan amarahnya mereda. Tidak jarang tantrum anak ABK membuat kita tidak sabar dan terpancing untuk emosi dan menghukum mereka agar mereka menghentikan tantrum. Dengan meruqyah mereka, kita pun secara tidak sadar menenangkan hati kita sendiri yang kesal dengan perilaku anak. Dengan begitu, kita sebagai orang tua/terapis dan anak akan tenang setelah mendengarkan ayat-ayat al-Qur’an yang kita bacakan sendiri secara lisan. Ayat-ayat yang bisa dibacakan yaitu Al-Fatihah, An-Naas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, ayat Kursi,Al-Baqarah 1-6 dan 284-286, dan sebagainya (Ibnu Qayyim, 2004).

Sudah selayaknya sebagai bentuk ikhtiar kita memanfaatkan terapi yang tersedia di klinik-klinik tumbuh kembang dan rumah sakit, namun alangkah baiknya jika kita sempurnakan ikhtiar itu dengan memberikan terapi al-Qur’an pada anak kita di rumah. Bisa juga kita menggabungkan cara terapi kita (jika sebagai terapis) di tempat terapi dengan menyisipkan beberapa langkah terapi di atas. Semoga itu menjadi penerang dan petunjuk dunia anak ABK kita, sekaligus kita para pendidik dunia ABK.


DATA PENULIS

Nama: Fitri Meliani

TTL: Cirebon, 1 September 1988

E-mail: fithinker1453@gmail.com

Pendidikan: S1 Psikologi (UNISBA), S2 Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak (IPB)

Status: Menikah

Anak: 1 (4,5 tahun, usia 2 tahun didiagnosa ADHD feature, selama 2 tahun menjalani terapi di klinik tumbuh kembang)

Pengalaman Kerja:

- Terapis di Rumah Autis Bekasi (2012-2014)

- Pengajar mata kuliah Psikologi Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Cirebon, dan Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon (2015-2017)



Berikan komentar




gambar

Khamdanah Kamis, 4 Oktober 2018 | 08:38 WIB

Assalamu'alaikum Bun....sy ibu dr anak ABK skrng usiany 23th...alhamdulillah Bun utk surah2 pendek sdh bisa yaitu Al Fatihah Annas Al'alaq Alikhlas dan do'a2 mau mkn mau tidur doa utk orgtua doa kebaikan dunia akhirat...hal ini sy ajarkan dr sjk usia 4th tp bukan lwt tempat terapi Bun...sy ajarkan sehabis shlt jamaah utk surah2 pendek dan doa utk org tua serta doa kebaikan dunia akhirat....utk doa yg lainny, sy ajarkan setiap dia mau melakukan sesuatu misalny setiap kali mau makan sy ajak utk mengucapkan Allahummabariklana......jd dg kebiasaan sprt itu akhirny bisa hafal Bun.....itu pengalaman sy Bun...mksh wassalamu'alaikum

0000-00-00



Artikel Terbaru

Semua Berhak Sehat Mental
di posting Kamis, 11 Oktober 2018 | 08:32 WIB
Anugerah Menjadi IRT Sekaligus Ibu dari ABK
di posting Jumat, 5 Oktober 2018 | 13:40 WIB

Rekening Donasi

  • Bank Mandiri : 1670 0006 7408 4 An. Yayasan Cagar - RA Pusat Program
  • Bank Mandiri : 1670 0006 7407 6 An. Yayasan Cagar - Rumah Autis Pusat
  • Bank Mandiri : 1560 0029 1817 7 An. Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah
  • Bank BNI : 0293 8704 45 An. Cahaya Keluarga Fitrah
  • BJB : 0024 4010 9110 0 An. Yayasan Cagar Rumah Autis
  • BCA : 5720 3295 16 An. Deka Kurniawan
  • BRI : 1105 0100 0254 309 An. Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah

Alamat Kantor Pusat

Rumah Autis
Ruko Ratna Asri Residence
Jl. Dr. Ratna No 26 D
Jati Kramat, Jati Asih
Kota Bekasi, Jawa Barat
P: (021) 2210-7656