Breaking News:
RSS
Tools
Sep 9


donasi

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday26
mod_vvisit_counterYesterday128
mod_vvisit_counterThis week401
mod_vvisit_counterThis month1171
mod_vvisit_counterAll40548

Who's Online

We have 2 guests online

Diary Hamzah

Buku Harianku

Lewat tulisan ini, Muhammad Hamza bercerita yang jujur atas segala kejadian dan perbuatan Hamza. Hamza dilahirkan dalam keadaan tak berdaya, dengan mata tak mau terbuka tuk melihat alam semesta bumi ...

Read more

Chat with us

alamat

aqiqah mandiri

bikin web murah

blog rumh autis      RA on facebook   Follow me on twitter    RA on Youtube      


Aboutisme

Penanganan Dini Bagi Anak Autis

Sepuluh tahun lalu, penyebab autisme masih merupakan misteri. Kini, kemajuan teknologi kedokteran telah berhasil menyingkap penyebabnya. Penanganan sejak dini a...

Read more


Konsultasi

News image

Tips Anak Autis Saat Berpuasa

Tinjauan Medis Oleh Dr. Suzy Yusna, Sp. Kj. 1. JAM TIDUR ANAKSaat bulan Ramadhan jadwal aktivitas anak berbeda dengan sebelumnya. Dalam bulan tersebut aktivita...

Read more
Mengapa anak autis perlu diet? PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 26 April 2010 15:01

APA ITU GLUTEN DAN CASEIN


Gluten adalah Protein yang terdapat pada tumbuhan seperti wheat (gandum),oats, barley, rye dan derivatnya.

Casein adalah phospo protein dari susu yang mempunyai struktur mirip dengan gluten.

Di dalam saluran pencernaan tubuh, makanan dipecah menjadi komponen komponen yang lebih sederhana sehingga dapat diserap oleh usus halus untuk dipergunakan oleh tubuh.Proses pemecahan menjadi bentuk sederhana ini dilakukan oleh ENZYM yang ada di saluran pencernaan.

Contohnya bahan makanan PROTEIN (yang terbentuk dari rangkaian beberapa asam amino) dalam saluran pencernaan dipecah menjadi asam amino tunggal dan bentuk paling sederhana inilah yang diserap oleh tubuh.

Kebanyakan anak penyandang autis mempunyai masalah dalam proses  mencerna/ memecah protein gluten dan casein. Akibatnya struktur protein gluten dan casein dalam saluran cerna anak autis tidak terpecah sempurna menjadi asam amino tunggal melainkan masih dalam bentuk peptida ( rangkaian beberapa asam amino).

Lalu timbul masalah berikutnya, peptida tersebut keluar dari saluran pencernaan ( diserap oleh tubuh) masuk dalam ke dalam darah ( pada normal hal ini seharusnya tidak terjadi ) dan kondisi ini disebut  "LEAKY  GUT “ (Kebocoran saluran cerna) dimana dinding usus halus tidak mampu lagi menjadi dinding pemisah antara isi usus halus dan darah.

Menurut Dr. P. D’Eufemia kondisi ini banyak ditemukan pada anak penyandang autis. Pada anak normal kebocoran ini mungkin terjadi tapi segera diatasi oleh sistem kekebalan yang memang berfungsi baik. Sehingga peptida yang lolos ke darah akan mengakibatkan hal yang sangat merugikan.

Kerugian seperti apakah itu?

Di otak ada tempat tertentu yang biasa diduduki zat/ obat opioid ( misalnya morfin) supaya zat ini dapat beraksi “tempat duduk”  dari zat opioid ini dinamakan “ reseptor opioid” Peptida yang berasal dari gluten dan casein ikut dalam peredaran darah sampai ke otak ternyata strukturnya cocok menduduki  reseptor  opioid tadi dan berikatan. Akibatnya peptida asal gluten dan casein mampu menimbulkan efek yang sangat dengan zat opioid.

Dr, Karl Reichhelt , Paul Shattock dll menemukan adanya hubungannya antara peptida yang berasal dari gluten dan casein dengan meningkatnya opioid  disusunan syaraf pusat.Oleh karena itu penanaman peptida ini menjadi sesuai dengan kerjanya. Dalam kasus protein casein , jenis peptidanya adalah caseomorphin.

Gluteomorphin dan caseomorphin yang lolos ke dalam darah ( lewat penyerapan pada usus yang bocor) bereaksi dengan reseptor opioid dio otak dan mempunyai efek yang sama seperti tubuh kemasukan heroin  dan morphin, sehingga dapat memperngaruhi :

  • Perilaku
  • Kecerdasan
  • Emosi
  • Ambang rasa sakit
  • Sensitifitas terhadap suara

Termasuk mempengaruhi  tempat pada :

  • Otak ( lobus temporalis) yang berhubungan dengan bicara ( speech)
  • Integrasi masukan lewat pendengaran ( auditory integration)

Opiat seperti morphin yang terikat pada reseptor opioid di otak, juga akan menurunkan penggunaan glukosa ( gula dalam darah) dan menurunkan metabolisma glukosa sehingga memperlambat kerja otak. Oleh karena itu semua yang strukturnya mirip morphin dan bekerja direseptor yang sama di otak ( seperti peptida gluteo dan caseomorphin) akan mengakibatkan PERLAMBATAN KERJA OTAK.

Jika terjadi  kondisi Leaky gut protein yang berasal dari makanan lainnya dapat lolos dalam bentuk peptida ke darah lewat dinding usus  halus yang sudah bocor. Peptida ini akan ditendang keluar oleh sistem kekebalan. Reaksi ini dapat berupa reaksi alergi. Bila terjadi reaksi alergi akan tampak dalam 1 menit sampai 2 jam dan gejala yang tampak dapat berupa muntah, diare,bintik merah pada kulit,pusing, pilek. Bila alergi hebat dapat sampai mengancam jiwa karena pembengkakan saluran udara.

Anak penyandang Autis sering mempunyai kepekaan terhadap makanan tertentu dan juga alergi makanan. Kadang kadang reaksi  karena kepekaan pada makanan tertentu muncul belakangan disebut alergi makanan yang onsetnya lambat.

Kepekaan terhadap makanan tertentu dapat menimbulkan gejala fisik maupun masalah perilaku seperti :

  • Pusing
  • Sakit perut
  • Mual
  • Ngompol
  • Melamun
  • Cenderung merengek dan menangis
  • Kesulitan tidur
  • Hyperaktif
  • Agresi
  • Sensitif terhadap suara
  • Tantrum
  • Lelah
  • Depresi
  • Masalah pencernaan
  • Sakit otot kaki
  • Infeksi telinga
  • Mungkin juga serangan kejang

Reaksinya dapat timbul dalam jangka waktu 24 jam bahkan 72 jam setelah makanan ditelan. Yang sering juga tampak akibat kepekaan terhadap makanan tertentu adalah lingkaran merah muda atau lingkaran gelap dibawah mata, telinga atau pipi memerah setelah mamakan makanan  yang tidak cocok dengan tubuh anak ( walaupun gejala ini  juga bisa disebabkan hal lain)

Dr. James Braly ( ahli alergi makanan dan kepekaan terhadap makanan) mengatakan usus ( the gut) sekarang disebut sebut sebagai otak kedua ( second brain). Neurotransmiter ( zat kimia yang menjadi penghubung antar sambungan syaraf – red) di otak mempunyai receptor ( tempat kerja khusus – red) di otak ternyata juga di Saluran Pencernaan.

Dan ternyata di dalam otak ada juga receptor untuk hormon yang terdapat di dalam usus. Jadi tidak hanya saluran pencernaan saja yang dapat mempengaruhi otak , tetapi keduanya saling berkomunikasi terus satu sama lain setiap saat. Wooow.......!

Sampai saat ini makanan yang mengandung protein gluten dan casein adalah yang disebut sebut paling sering merugikan karena efek opiatnya, atetapi anak kita masih mungkin saja peka / alergi terhadap makanan Lain dan itu perlu pemantauan orang tua.

Sehingga orang tua dituntut terus memonitor anak terutama perilaku dan menghubungkannya dengan makanan yang baru dimakan dalam waktu 24 – 72 jam.

Memang belum diketahui secara prosentase anak anak yang memerlukan diet CFGF (Gluten free – Casein Free ) tetapi dari yang diteliti oleh Dr. Paul Shattock Inggris , pada 50% lebih anak autisme terdapat subtansi yang sifatnya mirip dengan peptida dari opioid.

Salah satu mengetahui hubungan perilaku dengan jenis makanan ialah dengan melakukan Pencatatan Food Diary ( buku agenda makanan). Buat catatan yang teratur mengenai semua waktu makanan/minuman yang dikonsumsi (terutama jenis yang “baru”) dan semua waktu dari perilaku buruk. Setelah sebulan, anda dapat melihat pola yang dihasilkan dari riset tersebut. Agar lebih mudah mengetahui makanan yang ‘tidak cocok’ pada anak anda:

  • Lakukan Rotation Diet/ Teknik Eliminasi

Rotation Diet secara sederhana ialah memutar semua makanan, misalnya makan protein ayam 4 hari sekali, makan protein ikan 4 hari sekali, nasi dirotasi dengan kentang, demikian pula dengan sayuran dan buah.

  • Lakukan Diet GFCF
  • Curigai makanan yang amat sangat disukainya, lakukan provokasi

Keuntungan lain dari “Rotation Diet” ialah anak tidak mudah menjadi peka atau alergi terhadap bahan makanan yang munculnya sekali-sekali. Dengan kondisi leaky gut, penyandang autisma akan lebih mudah menjadi peka atau bereaksi alergi terhadap makanan yang sama. Intervensi diet juga dapat membantu kelancaran proses belajar karena anak akan terhindar dari perlambatan kerja otak atau reaksi ketidakcocokan pada makanan.



PANDUAN DIET CFGF


Minggu ke I


Kurangi dan kalau mungkin hapuskan makanan yang berasal dari terigu dalam bentuk mie.

Solusi   : Cari makanan mirip mie yang berasal dari tepung beras.

Seperti : Bihun, rice spaghetti, corn spaghetti, rice & corn fetucinni, kwetiauw beras.


Minggu ke II


Selain mie di atas, kurangi atau kalau mungkin hapuskan makanan yang berupa biskuit. Biskuit yang ada di pasaran bebas terdiri dari susu, terigu, zat aditif (perenyah, pengawet, perasa, dll).

Solusi   : Cari biskuit dari tepung beras.

Seperti : Produk Oma Lina’s (Kue semprit, kue chocollatechip cookies, kue krispi)


Minggu ke III

Selain mie, biskuit, roti – kurangi atau kalau mungkin hapuskan makanan yang berupa roti. Roti biasanya dominan mengandung tepung terigu dan ragi.

Solusi   : Buatkan makanan yang bebas dari tepung  sebagai camilan.

Seperti : singkong goreng, ubi goreng, kentang goreng.


Minggu ke IV


Selain mie, biskuit, roti – kurangi atau kalau mungkin hapuskan makanan yang berasal dari susu sapi, seperti: susu bubuk untuk anak yang banyak di pasaran, keju – kurangi atau kalau mungkin hapuskan makanan yang berasal dari susu sapi, seperti: susu bubuk untuk anak yang banyak di pasaran, keju, coklat yang dijual di pasaran.

Solusi   : Susu kedelai dengan tambahan aroma pandan, aroma jahe, bisa juga ditambah dengan coklat Paskesz (bukan dari produk susu), susu kentang (Vance dari Free)

Bila diperlukan, kurangi atau hapuskan susu kedelai. Sebagai penggantinya, pakailah air tajin dari beras.


Minggu ke V

Selain mie, biskuit, roti, susu – kurangi atau kalau mungkin hapuskan makanan yang banyak mengandung gula, seperti: sirup, permen, minuman kotak yang dijual di pasaran, soft drink.

Solusi   : No sugar, ganti dengan gula merah, Stevia.


Minggu ke VI

Selain mie, biskuit, roti, susu, gula – atur buah-buahan yang biasa dikonsumsi anak. Hindari apel, anggur, melon, Selain mie, biskuit, roti, susu, gula – atur buah-buahan yang biasa dikonsumsi anak. Hindari apel, anggur, melon, tomat, jeruk, strawberry.

Konsumsi: pepaya, nenas, sirsak, kiwi. Bila perlu dalam bentuk pudding.


Hindari makanan yang mengandung pengawet, perasa (rasa jeruk, strawberry, coklat), perenyah, MSG, pewarna.

Last Updated on Monday, 26 April 2010 15:35