Breaking News:
RSS
Tools
Jul 31


donasi

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday21
mod_vvisit_counterYesterday140
mod_vvisit_counterThis week721
mod_vvisit_counterThis month3818
mod_vvisit_counterAll35246

Who's Online

We have 3 guests online

Diary Hamzah

Buku Harianku

Lewat tulisan ini, Muhammad Hamza bercerita yang jujur atas segala kejadian dan perbuatan Hamza. Hamza dilahirkan dalam keadaan tak berdaya, dengan mata tak mau terbuka tuk melihat alam semesta bumi ...

Read more

Chat with us

alamat

aqiqah mandiri

bikin web murah

blog rumh autis      RA on facebook   Follow me on twitter    RA on Youtube      


Aboutisme

Penanganan Dini Bagi Anak Autis

Sepuluh tahun lalu, penyebab autisme masih merupakan misteri. Kini, kemajuan teknologi kedokteran telah berhasil menyingkap penyebabnya. Penanganan sejak dini a...

Read more


Konsultasi

News image

Tips Anak Autis Saat Berpuasa

Tinjauan Medis Oleh Dr. Suzy Yusna, Sp. Kj. 1. JAM TIDUR ANAKSaat bulan Ramadhan jadwal aktivitas anak berbeda dengan sebelumnya. Dalam bulan tersebut aktivita...

Read more
Mengembangkan Imajinasi lewat Animasi PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 04 June 2009 08:00
Jari-jemari bocah 13 tahun dengan lincahnya menari di atas mouse komputer di sebuah sekolah berkebutuhan khusus di Depok. Dua jam sudah anak bernama Hadi Aprian itu berkutat dengan seriusnya di depan layar monitor bergambarkan kupu-kupu yang sedang mengepakkan sayap.

Jari-jemari bocah 13 tahun dengan lincahnya menari di atas mouse komputer di sebuah sekolah berkebutuhan khusus di Depok. Dua jam sudah anak bernama Hadi Aprian itu berkutat dengan seriusnya di depan layar monitor bergambarkan kupu-kupu yang sedang mengepakkan sayap.

Tak terlihat perbedaaan secara kasat mata antara Hadi dan bocah lain seusianya. Namun ternyata Hadi dikategorikan sebagai anak yang mengidap autisme. Autisme adalah gangguan perkembangan kompleks akibat kerusakan otak. Kerusakan ini bisa menyebabkan gangguan perkembangan komunikasi, perilaku, kemampuan sosial, sensoris, dan belajar.

Biasanya autisme dapat terdeteksi pada anak berumur paling sedikit satu tahun. Autisme empat kali lebih banyak menyerang anak laki-laki daripada anak perempuan. Tanda-tanda autisme memang tidak terlalu kentara. Pada umumnya pengidap autis sangat lamban dalam penguasaan bahasa sehari-hari. Dari segi fisik mata anak tersebut tidak jernih atau tidak bersinar. Tidak suka atau tidak mau melihat mata orang lain.

Begitu pula dengan sosialisasinya. Kebanyakan anak autis hanya suka dengan satu mainan saja yang dia mainkan. Serasa dia memunyai dunianya sendiri. Pendidikan bagi anak penyandang autis tidak sama dengan anak biasa. Kurikulum pendidikan yang disiapkan umumnya sangat individual. Banyak orang tua yang memiliki anak autis, sukar memperoleh pendidikan dan terapi untuk buah hatinya. Padahal, jika diobati secara dini dan rutin, anak autis bisa sembuh total.

Rumah Khusus
Meski memunyai beberapa kekurangan dibandingkan dengan anak biasanya, tidak sedikit anak autis yang memunyai kelebihan tersendiri, bahkan tergolong cerdas. Salah satunya bakat dalam dunia seni seperti kesenian dan menggambar.

Karena fakta tersebut itulah Rumah Autis yang bernaung di bawah Yayasan Cahaya Keluarga Kita (YCKK), sebuah LSM nirlaba yang mengkhususkan diri dalam perjuangan membantu terapi bagi anak-anak autis dhuafa serta gerakan peduli autis belum lama ini membuat program kursus animasi bagi para muridnya.

Menurut M Nelwansyah, Kepala Divisi Pendidikan Anak Spesial Rumah Autis, bakat menggambar sebagian besar anak autis memang sudah terlihat. “Karena daya imajinasi serta tingkat kreativitas anak autis sangat besar kita berusaha menyalurkan bakat serta hobinya. Dari sinilah kita melihat adanya peluang untuk belajar animasi,” ungkap Nelwan.

Gayung pun kemudian bersambut. Tak lama berselang, sebuah sumbangan berupa laboratorium komputer lengkap diberikan oleh sebuah bank BUMN (badan usaha milik negara) sebagai salah satu bagian dari program CSR (corporate social responsibility) bank tersebut. Agar program komputer animasi bisa berjalan baik tentunya diperlukan mentor-mentor yang memang sehari-harinya berkecimpung dalam dunia ABK (anak berkebutuhan khusus). “Para guru serta terapis dari Rumah Autis sebelumnya dilatih oleh para ahlinya dari para pengajar yang ahli dalam bidangnya. Yaitu para pengajar dari Hello Motion Academy, sekolah khusus animasi,” tutur Nelwan.

Pelatihan komputer animasi berlangsung di Hello;Motion yang berada di Tebet. Dimulai 24 Maret hingga 14 April 2009. Sesi pelatihan di sana terlihat begitu menyenangkan layaknya anak-anak yang mencoba belajar menggambar dan mewarnai. Sesi pelatihan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan para mentor yang akan mendampingi ABK yang mencoba berkarya dalam dunia yang begitu asing bagi mereka.

“Dengan adanya kursus animasi ini semakin membuka mata bahwa animasi bukan hanya diperuntukkan bagi mereka yang mampu saja. Siapa saja dapat mempelajarinya. Begitu pula dengan anak autis. Tidak perlu harus dari kalangan elite atau profesor saja yang dapat mempelajari animasi,” ujar Wahyu Aditya, pendiri, pengajar, serta Kepala Sekolah Hello Motion Academy.

Ia juga menambahkan bahwa para anak autis banyak yang justru berbakat. “Ada beberapa yang jago tapi ada juga yang biasa saja. Tergantung dari kemauan sang anak. Anak autis justru memunyai kelebihan untuk mempelajari animasi, yakni mereka terbiasa fokus pada satu hal. Saat sudah memulainya, mereka akan terus menekuninya sampai bisa,” tambah pria berkacamata itu.

Program Sekolah
Kursus animasi di Rumah Autis merupakan bagian dari program sekolah yang ada di Rumah Autis pusat yang berlokasi di Jalan Al Husna, Jati Kramat, Jati Asih, Bekasi. “Di Rumah Autis terdapat dua program, yakni program sekolah dan terapi. Di program sekolah selain diajarkan animasi yang baru berjalan satu setengah bulan, juga diajarkan kemandirian agar tercipta bina diri yang cukup bagi mereka,” ujar Isti, Kepala Sekolah Rumah Autis Bekasi.

Ia juga mengungkapkan para murid tidak hanya diajarkan kemandirian saja, melainkan dari sisi akademik seperti membaca, menulis, serta menggambar. Bahkan, kesenian seperti bermain musik, menari, dan menggambar juga diajarkan kepada 15 siswa yang ada di Rumah Autis Bekasi.

Rumah Autis tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Tangerang, Gunung Putri (Bogor), Tanjung Priok, dan Depok. Para siswa yang berasal dari kalangan yang kurang mampu mendapatkan beasiswa dan tidak dikenakan biaya sama sekali. Sedangkan bagi mereka yang mampu dapat memberikan sejumlah biaya sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

“Jadi ada subsidi silang di dalam Rumah Autis. Para donatur juga turut membantu keberadaan Rumah Autis ini. Kebanyakan para orang tua murid yang kurang mampu dapat menyekolahkan serta mendapatkan terapi bagi anaknya yang mengalami autis tanpa harus mengeluarkan biaya,” urai Nelwan.
Kursus animasi tersebut diadakan sepekan tiga kali yang terbagi dalam kelas pagi dan siang. Satu kelas terdiri dari lima anak yang masing-masing berhadapan dengan satu komputer. Pada setiap pertemuan yang berlangsung selama dua jam tersebut, para murid belajar mengenai animasi dari dasar.
Last Updated on Thursday, 04 June 2009 08:07