Breaking News:
RSS
Tools
Jul 31


donasi

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday21
mod_vvisit_counterYesterday140
mod_vvisit_counterThis week721
mod_vvisit_counterThis month3818
mod_vvisit_counterAll35246

Who's Online

We have 4 guests online

Diary Hamzah

Buku Harianku

Lewat tulisan ini, Muhammad Hamza bercerita yang jujur atas segala kejadian dan perbuatan Hamza. Hamza dilahirkan dalam keadaan tak berdaya, dengan mata tak mau terbuka tuk melihat alam semesta bumi ...

Read more

Chat with us

alamat

aqiqah mandiri

bikin web murah

blog rumh autis      RA on facebook   Follow me on twitter    RA on Youtube      


Aboutisme

Penanganan Dini Bagi Anak Autis

Sepuluh tahun lalu, penyebab autisme masih merupakan misteri. Kini, kemajuan teknologi kedokteran telah berhasil menyingkap penyebabnya. Penanganan sejak dini a...

Read more


Konsultasi

News image

Tips Anak Autis Saat Berpuasa

Tinjauan Medis Oleh Dr. Suzy Yusna, Sp. Kj. 1. JAM TIDUR ANAKSaat bulan Ramadhan jadwal aktivitas anak berbeda dengan sebelumnya. Dalam bulan tersebut aktivita...

Read more
Di Rumah Ini Kami Bersukacita...:) PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 19 December 2009 21:27

Outing Rumah Autis 2009: Cerita Ekspresi Anak Spesial di Akhir Tahun


Maka, Haikal pun bertahan. Wajahnya pucat pasi. Di pucuk jaring laba-laba ia mengempit tali. Erat tanpa bergerak sambil terus berteriak. Sementara di bawah, para guru dan instruktur terus memotivasinya. Singkat cerita, Haikal pun disusul sang instruktur. Tubuh mungilnya melayang perlahan menjejak bumi Kandank Jurank. Sedetik menyentuh tanah, senyumnya merekah. Kontan suasana gerr bergema... Haikal, Haikal...!

Itu Haikal, belum lagi ekspresi Umar, Ari, Jalu, Soraya, Vira, dan 49 anak-anak spesial Rumah Autis lainnya. Sungguh membuat kami gemas dan terus tersenyum. Selama seharian, Kamis (17/12), kami semua bersukacita menjajal kehebatan outbond Kandank Jurank Doank (KJB). Beragam permainan outbond, di antaranya jaring laba-laba, flyingfox, dan perahu kampret, benar-benar menghidupkan ‘pesta’ ekspresi anak-anak Rumah Autis. Ini penting, karena ekspresi tersebut mampu menjadi daya ukur pengamatan, sejauh mana anak-anak spesial mampu merespons dan berinteraksi dengan alam.

PT Telkom Indonesia Kembali Mendukung

Terimakasih kami ucapkan kepada PT Telkom Indonesia yang kembali mendukung dan menjadi sponsor utama outing anak-anak spesial Rumah Autis. Kali ini, anak spesial kami menyudahi petualangannya di wahana outbond KJB. Sebelumnya, outing tahun lalu berlangsung di Taman Buah Mekarsari, Cileungsi. Di taman buah terbesar se-Indonesia ini anak-anak Rumah Autis disatukan dengan alam untuk menanam padi, menangkap ikan, melukis di tatas topi tani, beragam permainan, dll.

Sebagai penyelenggara yang melibatkan 33 anak-anak sekolah khusus, Rumah Autis Bekasi turut menyertakan anak-anak spesial Rumah Autis dari cabang lain; Gunung Putri (3 anak), Tangerang (5 anak), Depok (3 anak), dan Tanjung Priok (5 anak). Sementara untuk cabang Kota Bogor tidak bisa mengikuti karena kendala persiapan.

Acara dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan dipandu tim KJB, yaitu bermain sambil bernyanyi dan berjoget di tengah lapangan futsal KJB. Setelah selesai, anak-anak yang ditemani guru pendamping beserta para pengurus sekitar 25 orang ini, dijamu makanan ringan. Usai break, acara inti menanti, yakni mengantar anak-anak ke lokasi outbond.

Acara inti ini berlangsung sekitar dua jam. Suasana riuh, gembira, haru, tangis, dan tawa jadi satu. Kami semua bersukacita. Anak-anak kami begitu ekspresif, mereka ada yang heboh, takut, senang, ragu, bahkan diam dan sama sekali tidak ikut. Beberapa ‘insiden’ kecil juga sempat terekam, seperti terjeburnya Imal ke kolam karena di luar jangkauan kontrol. Atau Firman yang hampir-hampir merubuhkan saung karena sikap hiperaktifnya. Memang anak-anak selalu di bawah pengawasan ekstra.

Terimakasih, Dik Doank dan Rekan Media!

Permainan perahu kampret menjadi sarana terakhir yang dimainkan oleh anak-anak berikut para guru pendampingnya. Setelah selesai, anak-anak mandi beramai-ramai di bawah pancuran. Di kala sibuk itulah Dik Doang tiba-tiba muncul. Kami para pengurus yang ada saat itu merasa senang. Setelah menyapa dan menyalami pria ramah itu, kami menyertai Bang Dik, sapaan kami padanya, untuk wawancara bersama tim media dari Rosi Inc. yang dari awal meliput acara tersebut.

Ketika wawancara selesai, Bang Dik meminta Direktur Rumah Autis M. Nelwansyah dan Kadiv Komunikasi-Fundraising Khoironi untuk berbincang. Kesempatan yang sangat jarang dilakukan oleh Bang Dik terhadap tamunya tersebut, kami manfaatkan sebagai sarana memperkuat hubungan silaturahim. Banyak hal yang dibicarakan, termasuk yang penting seputar motivasi dan penghargaan Bang Dik terhadap para pengurus yang terlibat di dunia anak spesial.

“Terus terang dari dalam rumah saya tadi mengamati, bahwa saya harus menghampiri anak-anak ini. Saya seperti terpanggil untuk menyapa. Ini beda sekali. Saya merasa bangga dengan keterlibatan teman-teman di rumah istimewa ini. Teruslah bersama mereka,” ujarnya sambil tersenyum empati memperhatikan anak-anak spesial.

Selain didukung oleh liputan dari tim media Rosi Inc. yang sehari sebelumnya meliput di Rumah Autis, acara tahunan yang mengesankan itu juga diliput oleh tim media dari Sun TV, stasiun TV kabel milik MNC Group. Bahkan, presenter sekaligus reporter Poppy Zeidra Yulistin sempat terkesan dengan anak-anak spesial Rumah Autis.

“Saya hari ini benar-benar terkesan dengan aksi kepolosan mereka. Saya mau deh jadi empatisan. Tolong hubungi saya kalau ada kegiatan seperti ini lagi, ya!” pintanya kepada salah seorang pengurus Rumah Autis yang menemani. (PR)