Rumah Autis yang bernaung di bawah bendera Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah (CAGAR) merupakan sebuah lembaga sosial yang didirikan dengan tujuan untuk menjembatani kebutuhan akan tempat terapi maupun sekolah bagi penyandang autis maupun anak berkebutuhan khusus (ABK) dari keluarga tidak mampu dengan biaya yang terjangkau bahkan gratis. Gagasan pendiriannya dilatari oleh banyaknya informasi dari orang tua tentang beratnya menangani penyandang autis dan ABK, terutama biayanya yang tergolong mahal, bahkan bagi kalangan yang berada sekalipun.
Dimulai oleh empat orang pendirinya yakni sepasang suami istri, Deka Kurniawan dan Laili Ulfiati bersama dengan dua terapis muda Ismunawaroh dan Henny Ma’rifah, pada 9 Desember 2004, Rumah Autis mulai menjalankan kegiatannya. Bertempat di sebuah rumah kontrakan sederhana di kawasan Jati Makmur, Pondok Gede – Bekasi, program terapi pun diberikan kepada beberapa anak penyandang autis dari keluarga yang tidak mampu dengan tanpa dipungut pembayaran/gratis. Biaya operasional maupun peralatan yang masih “seadanya” semua didapatkan dari kemurahan hati beberapa orang donatur.
Seiring waktu berjalan, Rumah Autis terus tumbuh dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Terbukti dari cabang-cabang Rumah Autis yang terus bertambah. Di tahun 2015 ini saja, Rumah Autis telah memiliki 9 (sembilan) cabang yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Karawang dan Bandung. Jumlah siswa yang ditangani saat ini pun melonjak signifikan. Bila pada awal pelayanannya Rumah Autis menangani 4 anak, kini keseluruhan siswa di 9 (sembilan) cabang Rumah Autis mencapai lebih dari 200 anak.
Menjadi lembaga kemanusiaan yang kokoh dalam membangun kehidupan yang mandiri dan berkualitas bagi dunia anak berkebutuhan khusus
Menjadi lembaga kemanusiaan yang professional dan berkelas dunia akhirat
Membangun dan meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat dan negara terhadap dunia anak-anak berkebutuhan khusus, terutama dari kalangan tidak mampu(dhuafa)
Membangun kehidupan yang mandiri bagi anak berkebutuhan khusus dan keluarganya secara spiritual, emosional dan intelektual

