Senin, 11 November 2013 | 09:57 WIB | Administrator | Lintas Autis | 1450

Berprestasi, apa yang terbersit dalam pikiran Anda jika mendengar kata tersebut ? Mungkin, nilai yang tinggi, sederet piala di lemari kaca, atau sejumlah penghargaan setelah memenangi lomba. Ya, mungkin itu tolak ukur untuk orang-orang pada umumnya. Namun, bagaimana dengan ABK? Apakah tolak ukur mereka untuk berprestasi sama dengan orang umum lainnya? Ataukah mereka punya standar tersendiri agar dapat berpredikat sebagai yang berprestasi?

Cahyo Noor Saputro, anak pertama dari pasangan Bapak Ngadiman dan Ibu Yuli Pujiyanti ini memiliki dimensi lain yang berbeda dalam berprestasi. Jika menilik dari kaca mata orang awam, mungkin hal yang dilakukan oleh remaja berkebutuhan khusus ini adalah hal yang biasa-biasa saja. Namun, akan sangat berbeda jika yang menilai adalah para orang tua dengan anak berkebutuhan khusus (ABK) ataupun para pemerhati ABK.

Remaja kelahiran 24 Desember 1997 ini adalah salah seorang murid di BLK Rumah Autis Bekasi. Sebagai penyandang autis, Cahyo mengalami gangguan di area wicara dan juga interaksi sosial secara memadai Namun dibalik kelemahannya itu, Cahyo memiliki kelebihan yang mengesankan.

Seorang istri yang membuatkan minum untuk suaminya adalah hal yang biasa. Tapi, jika seorang ABK membuatkan teh manis setiap hari untuk ayahnya, itu baru luar biasa. Tanpa menunggu instruksi, Cahyo dengan sigap membuatkan minum untuk ayahnya di pagi atau sore hari. Ia akan memeriksa meja terlebih dahulu, melihat apakah ibunya telah membuatkan segelas teh untuk ayahnya atau belum. Dan jika belum, maka dengan senang hati ia akan membuatkan dan menyajikannya untuk ayah tercinta. Tak lupa setiap pagi, ia akan mengambil telepon genggam ayahnya untuk di charge.

Jika ada keperluan, ayah ibunya tak segan untuk menitipkan rumah padanya. Andai saja awan mendung menjelang, dengan segera Cahyo pun akan mengangkat pakaian yang telah ia jemur sebelumnya. Tak sebatas menjemur dan mengangkat pakaian saja, karena ternyata Cahyo pun mampu untuk mengoperasikan mesin cuci dirumahnya dengan baik.

Pernah juga saat pagi hari, lampu-lampu penerangan jalan di sekitar komplek rumahnya belum sempat dimatikan oleh pak satpam. Dengan segera ia mengambil sepedanya dan berputar berkeliling untuk mematikan lampu penerangan yang masih menyala. Satu hal yang jarang dilakukan remaja-remaja lainnya bukan?

Cahyo pun anak yang rajin beribadah. Setiap hari, setiap adzan maghrib dan isya berkumandang, ia bergegas menuju masjid yang ada didekat rumahnya untuk shalat berjamaah. Meski jika ayahnya belum beranjak untuk pergi, ia akan menuju masjid segera setelah adzan berkumandang.

Hal-hal yang dilakukan Cahyo mungkin adalah hal-hal sepele dan biasa untuk orang lain pada umumnya. Namun, keikhlasan dan tanpa pamrihnya dalam membantu orang tua merupakan hal yang patut kita ambil sebagai pelajaran. Karena dari jiwanya yang murni dan polos, ia tidak mengenal konsep imbalan atau mengharapkan sesuatu dari apa-apa yang ia kerjakan.

Sungguh, prestasi yang luar biasa membanggakan bukan ?

Sumber_Majalah Derap Cinta RA 2013



Berikan komentar






Artikel Terbaru

Sumbangan Bermanfaat dari GO-BOX
di posting Rabu, 10 Februari 2016 | 13:22 WIB
Faisal Rumah Autis Gunung Putri Bermain Angklung
di posting Rabu, 26 Februari 2015 | 13:12 WIB

Rekening Donasi

  • Bank Mandiri : 167 0000 674 076 An. Yayasan Cagar (Cahaya Keluarga Fitrah). Rumah Autis Pusat
  • BNI : 0293 870 445 An. Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah
  • BJB : 0024 4010 91 100 An. Yayasan Cagar Rumah Autis
  • BNI Syariah : 0294 477 011 An. Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah
  • BCA : 572 032 9516 An. Deka Kurniawan

Alamat Kantor Pusat

Rumah Autis
Ruko Ratna Asri Residence
Jl. Dr. Ratna No 26 D
Jati Kramat, Jati Asih
Kota Bekasi, Jawa Barat
P: (021) 2210-7656